FKM UI Perkuat Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Riset Penurunan Stunting

Depok, 28 Januari 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menjadi tuan rumah dalam kegiatan Rapat Kerja Divisi Riset Tim Percepatan Penurunan (TPP) Stunting Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BP2D) Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Senin (26/1). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi, peneliti, dan pemangku kepentingan dari berbagai institusi, termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), serta perwakilan BP2D Provinsi Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, BP2D Provinsi Jawa Barat memaparkan hasil penelitian mengenai keterkaitan perkawinan usia anak dengan kejadian stunting di Jawa Barat. Kajian ini menunjukkan bahwa perkawinan usia anak masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, kehamilan yang tidak direncanakan, norma sosial dan budaya, rendahnya tingkat pendidikan, serta kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.

Paparan riset juga menyoroti berbagai risiko yang dihadapi anak dan ibu akibat perkawinan usia anak, baik dari sisi kesehatan fisik, psikologis, maupun sosial ekonomi. Kondisi kesiapan fisik ibu yang belum optimal, keterbatasan kemampuan pengasuhan, serta kerentanan ekonomi keluarga menjadi faktor yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya stunting. Selain itu, masih ditemukan persepsi keliru di masyarakat yang menganggap stunting sebagai aib keluarga atau kondisi yang tidak dapat diperbaiki.

Pada sesi paparan dari perguruan tinggi, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan pengembangan intervensi gizi berbasis mikrobioma melalui makanan tambahan probiotik berbentuk jelly yang saat ini diujicobakan di Kabupaten Sumedang. Universitas Padjadjaran memaparkan penelitian terkait dampak stunting pada usia produktif serta pengembangan riset genomik untuk memahami faktor biologis yang berperan dalam masalah gizi. Sementara itu, Universitas Indonesia melalui FKM UI memaparkan berbagai kegiatan riset dan pengabdian masyarakat terkait stunting seperti kegiatan pembelajaran berbasis mahasiswa di lokus rentan stunting, serta program peningkatan literasi gizi di masyarakat.

Melalui diskusi yang berlangsung, peserta rapat kerja merumuskan sejumlah rekomendasi, antara lain perlunya penguatan kebijakan ekonomi dan pendidikan untuk mencegah perkawinan usia anak, peningkatan edukasi kesehatan reproduksi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam program percepatan penurunan stunting di Jawa Barat. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perencanaan pembangunan daerah berbasis bukti ilmiah.

Kegiatan rapat kerja ini menegaskan peran FKM UI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan riset kesehatan masyarakat. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mempercepat upaya penurunan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Barat. (AM0R)