Global Occupational Health and Safety Program (GOHSP) merupakan bagian dari kerja sama internasional antara Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) dan INJE University, Korea Selatan, dalam pengembangan pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis global. Pada tahun 2026, program ini diselenggarakan oleh Department of Occupational Health and Safety, INJE University, dan dilaksanakan pada 11–24 Januari 2026 sebagai bagian dari student mobility program.
Selain FKM UI, program ini juga diikuti oleh mahasiswa dari Ton Duc Thang University (TDTU), Vietnam, dan mahasiswa dari tuan rumah. Seluruh peserta dikelompokkan dalam tim multinasional untuk mendorong pembelajaran kolaboratif serta pertukaran perspektif global terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Rangkaian kegiatan dirancang secara terintegrasi, mencakup pembelajaran akademik, praktik lapangan, dan pengalaman pertukaran budaya.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti kegiatan akademik yang dilaksanakan di fasilitas Department of Occupational Health and Safety INJE University. Fasilitas yang digunakan meliputi ruang kelas, ruang belajar mandiri, Study Café mahasiswa OHS, serta Dream Factory sebagai fasilitas pembelajaran berbasis praktik. Selain kegiatan akademik, peserta juga mengikuti kegiatan lapangan dan culture tour ke sejumlah lokasi di Korea Selatan, antara lain Haeundae Beach, Busan X The Sky, serta beberapa destinasi lainnya.
Salah satu peserta dari K3 FKM UI, Dillon, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat akademik yang signifikan. “Secara akademik, program ini sangat bermanfaat karena kami bisa langsung melihat perbedaan sistem K3 di Korea dan di Indonesia, sehingga kami dapat mengaitkan hal-hal yang berpotensi diadaptasi untuk implementasi K3 di Indonesia,” ujarnya.
Selain aspek akademik, program ini juga memberikan pengalaman bermakna dari sisi pengembangan diri. Difa, selaku Student Captain, menuturkan bahwa interaksi sosial yang terjalin di luar kegiatan kelas menjadi salah satu bagian paling berkesan selama mengikuti program. “Yang paling berkesan buat aku adalah ketemu lagi dengan teman-teman yang sebelumnya sempat ke Indonesia. Di sini kami jadi lebih akrab, sering menghabiskan waktu bersama setelah kelas atau saat waktu luang. Jadi selain menambah ilmu dan pengalaman, aku juga menambah banyak teman,” tuturnya. Lingkungan pembelajaran yang inklusif serta interaksi dengan mahasiswa dan dosen dari berbagai negara turut memperkaya pengalaman peserta selama mengikuti program.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, memperdalam pemahaman terkait keselamatan dan kesehatan kerja, serta mengasah kompetensi akademik dan sosial yang relevan dengan tantangan profesional di tingkat global. (SHF)

