Perkuat Budaya Integritas, FKM UI Berbagi Praktik Baik Zona Integritas dengan FKM Universitas Sriwijaya

Depok, 31 Juli 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) terus memperkuat perannya sebagai rujukan dalam pembangunan Zona Integritas di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan studi banding dan pelatihan Zona Integritas dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM Unsri) yang berlangsung di Ruang PA 212, Gedung A Lantai 2, Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) UI. 

Melalui paparan materi dan diskusi interaktif, FKM UI membagikan praktik baik implementasi Zona Integritas (ZI), mulai dari strategi penguatan enam area perubahan, pengembangan inovasi layanan, hingga upaya membangun budaya kerja yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Kegiatan ini menjadi ruang bagi kedua institusi untuk saling bertukar pengalaman dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas.

Dalam sambutannya, Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa pembangunan ZI merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen seluruh sivitas akademika. Menurutnya, keberhasilan FKM UI meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2021 menjadi motivasi bagi FKM UI untuk terus melakukan perbaikan, memperkuat budaya integritas di lingkungan fakultas, serta melanjutkan upaya meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Perjalanan menuju Zona Integritas bukanlah proses yang singkat. Yang paling penting adalah menjaga komitmen, konsistensi implementasi, serta memastikan seluruh proses terdokumentasi dan terus dievaluasi,” ujar Prof. Indri. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ZI tidak hanya bergantung pada penyusunan dokumen, tetapi juga pada perubahan budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh warga fakultas. 

Sejalan dengan komitmen tersebut, FKM Universitas Sriwijaya memandang pengalaman FKM UI sebagai referensi penting dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas di lingkungan fakultas. Dekan FKM Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa FKM UI dipilih sebagai tujuan studi banding karena dinilai telah memiliki pengalaman yang baik dalam mengimplementasikan pembangunan ZI. Ia berharap praktik-praktik baik yang telah diterapkan FKM UI dapat menjadi referensi bagi FKM Unsri dalam memperkuat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan di lingkungan fakultas. Kunjungan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk memahami strategi, inovasi, serta pengalaman implementasi Zona Integritas yang telah dilakukan FKM UI. Pembelajaran ini akan menjadi bekal dalam memperkuat tata kelola kelembagaan di FKM Universitas Sriwijaya,” ujar Prof. Hamzah.

Memasuki sesi utama, seluruh peserta mengikuti paparan mengenai perjalanan pembangunan ZI di FKM UI yang disampaikan oleh Nelasari, S.K.M., M.K.M., Manajer Tata Kelola dan Public Relations FKM UI yang juga menjadi penanggung jawab ZI FKM UI. Materi yang disampaikan mencakup strategi pembangunan enam area perubahan, penyusunan Lembar Kerja Evaluasi (LKE), pengembangan inovasi pelayanan publik, hingga pentingnya monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari siklus perbaikan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ZI tidak semata ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh komitmen manajer puncak. “Yang paling penting dalam pembangunan Zona Integritas adalah komitmen pimpinan. Kalau pimpinannya tidak mendukung, akan sulit menggerakkan seluruh organisasi untuk mewujudkan pembangunan Zona Integritas,” jelas Nelasari. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa implementasi ZI harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. “Setiap kami mengisi Zona Integritas, yang dilaporkan adalah apa yang sudah kami kerjakan setiap hari, bukan membuat pekerjaan baru,” tambahnya.

Paparan tersebut kemudian menjadi pembuka sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Tim FKM Universitas Sriwijaya mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi SPBE, pengembangan inovasi layanan, pengelolaan benturan kepentingan, hingga strategi penyusunan bukti dukung dalam penilaian ZI. Menanggapi hal tersebut, Anissa Citra dari Tim ZI Area 2 FKM UI menjelaskan bahwa efektivitas implementasi SPBE tidak cukup ditunjukkan melalui keberadaan sistem digital, tetapi juga harus dibuktikan melalui data dan dampak yang dihasilkan. Yang agak tricky adalah bagaimana kita menunjukkan efektif dan efisiennya. Kalau kami menunjukkannya dengan data, survei, serta before-after sebelum dan sesudah sistem itu diterapkan,” jelas Anissa.

Melalui kegiatan ini, FKM UI dan FKM Universitas Sriwijaya memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong pertukaran praktik baik dalam pembangunan Zona Integritas. Pembelajaran yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi kedua institusi untuk terus mewujudkan tata kelola yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (EAR)