Dari Lima Pilar Keilmuan hingga Kurikulum, FKM UI Berbagi Praktik Pengembangan Pendidikan K3 bersama UNRIYO

Depok, 25 September 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menerima kunjungan studi banding dari Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) sebagai bagian dari upaya pertukaran pengetahuan dalam pengembangan pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kunjungan ini secara khusus membahas persiapan UNRIYO dalam membuka Program Studi Sarjana K3, sekaligus menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan keilmuan, kurikulum, serta penyelenggaraan pendidikan K3.

Kunjungan tersebut disambut oleh Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., bersama Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., serta jajaran Program Studi Sarjana K3 FKM UI. Dari pihak UNRIYO, hadir Dr. Ariyanto Nugroho, S.KM., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik; Wahyu Rochdiat Murdiono, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.J, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan; Dr. Sukismanto, S.KM., MPH, Plt. Direktur Program Pascasarjana; Elisabeth Deta Lustiyati, S.Pd.Si., M.Si, Plt. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu; Yelli Yani Rusyani, S.KM., M.Kes, KPS Kesehatan Masyarakat Program Sarjana; serta Dwi Ratna Kurniati, M.Pd, Ka. Unit Layanan Umum dan TU.

Dalam sambutannya, Prof. Indri menyampaikan apresiasi atas kunjungan UNRIYO sekaligus mengingatkan kembali hubungan kerja sama yang telah terjalin antara kedua institusi. 

“Kami menyambut baik kunjungan ini mengingat FKM UI dan UNRIYO sudah menjalin kerja sama cukup lama sebelumnya. Semoga apa yang Bapak dan Ibu harapkan dari FKM UI melalui kunjungan ini, serta benchmark terkait pembukaan Program Studi Sarjana K3, dapat terjawab,” ujar Prof. Indri.

Sementara itu, Dr. Ariyanto menyampaikan bahwa UNRIYO tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Sarjana K3 sebagai bagian dari pengembangan pendidikan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar FKM UI dapat berbagi informasi yang dibutuhkan UNRIYO untuk mempersiapkan program studi tersebut, termasuk capaian pembelajaran, struktur kurikulum, dan aspek akademik lainnya.

Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui pemaparan dari Ketua Program Studi Sarjana K3 FKM UI, Dr.Eng. Stevan Deby A.M. Sunarno, S.K.M., M.K.K.K.. Ia menjelaskan sejumlah aspek fundamental yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan Program Studi K3, salah satunya adalah lima pilar keilmuan K3 sebagai landasan dalam penyusunan visi, misi, serta capaian pembelajaran program studi.

Dr. Stevan turut memaparkan kelompok mata kuliah dan beban studi dalam pendidikan K3, serta menjelaskan adanya ruang bagi mahasiswa untuk memilih minat studi sesuai dengan ketertarikan dan arah pengembangan kompetensinya. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pendidikan K3 dalam memberikan pembelajaran yang tetap memiliki fondasi keilmuan yang kuat sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bidang yang diminati.

Dalam diskusi, UNRIYO juga menggali aspek sumber daya manusia yang perlu dipersiapkan untuk pembukaan Program Studi K3. Wahyu Rochdiat Murdiono menanyakan persyaratan pendidik, termasuk kualifikasi dan kompetensi yang perlu dimiliki tenaga pengajar untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan K3.

Pembahasan juga berkembang pada kemungkinan pengembangan kekhasan keilmuan K3 yang sesuai dengan karakteristik wilayah Yogyakarta. Dengan karakteristik Yogyakarta sebagai salah satu daerah tujuan wisata, sektor pariwisata menjadi salah satu konteks yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan fokus K3 di UNRIYO. Hal ini membuka ruang bagi pengembangan pendidikan K3 yang tidak hanya memperhatikan sektor industri seperti minyak dan gas, pertambangan, serta konstruksi, tetapi juga dapat merespons kebutuhan keselamatan dan kesehatan kerja pada sektor-sektor yang relevan dengan potensi daerah.

Melalui studi banding ini, FKM UI dan UNRIYO tidak hanya bertukar informasi mengenai penyelenggaraan pendidikan K3, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk memperkuat pengembangan pendidikan K3 yang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung proses persiapan UNRIYO dalam mengembangkan Program Studi Sarjana K3, sekaligus memperkuat jejaring akademik antarinstitusi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.(EAR)