Amira Puji Hastuti: Langkah Konsisten Mahasiswa Gizi FKM UI Menembus Prestasi Global

Di tengah dinamika akademik yang padat, Amira Puji Hastuti hadir sebagai sosok mahasiswa yang mampu menyeimbangkan prestasi intelektual dengan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Mahasiswa Program Studi S-1 Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini berhasil meraih Juara 3 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Universitas Indonesia. Sebuah capaian yang menjadi refleksi dari perjalanan panjang dedikasi dan kerja kerasnya.

Bagi Amira, prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari konsistensi dalam belajar, berorganisasi, dan berkontribusi. Sejak awal masa studinya, ia telah menunjukkan ketertarikan besar pada isu kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan generasi muda dan keberlanjutan kesehatan global.

Semangat tersebut mendorongnya untuk mendirikan Youth in Public Health, sebuah inisiatif yang menjadi ruang kolaborasi bagi anak muda untuk belajar, berdiskusi, dan berkontribusi dalam isu kesehatan masyarakat. Tidak berhenti di sana, Amira juga mendirikan The Growth Sphere, platform pengembangan diri yang berfokus pada peningkatan kapasitas generasi muda agar mampu bersaing secara global.

Kiprah Amira juga terlihat kuat dalam forum internasional. Ia dipercaya menjadi Head Chair dalam berbagai konferensi bergengsi seperti International Model United Nations (MUN) 2025 dan Montgomery MUN. Peran ini menuntut kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta pemahaman isu global yang mendalam. Kompetensi yang berhasil ia tunjukkan dengan sangat baik.

Prestasi internasional pun berhasil ia raih, di antaranya Honorable Mention (2nd Winner) pada Paris International Model United Nations serta 3rd Best Speaker dalam Global Youth MIDORI Speech Contest. Di bidang inovasi dan riset, Amira mencatatkan prestasi sebagai 1st Winner Planetary Health Challenge dan 1st Winner Public Health International Competition, yang semakin menegaskan kapasitasnya sebagai mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga solutif.

Ketertarikannya pada isu kesehatan berbasis lingkungan juga membawanya meraih Distinction Award sebagai Juara 1 dalam ASEAN Geospatial Challenge, serta tampil sebagai pembicara dalam Planetary Health Annual Meeting. Ia juga menjadi penerima berbagai hibah dan pendanaan internasional, seperti dari ChildFund International Youth Innovation dan #GirlsDeserveFutures Youth Innovation Challenge, yang mendukung pengembangan ide-ide inovatifnya.

Pada tingkat nasional, Amira turut aktif dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan berhasil memperoleh pendanaan pada skema PKM Kewirausahaan melalui inovasi bertajuk MOZENA. Inisiatif ini menunjukkan kemampuannya dalam mengintegrasikan ilmu gizi dengan pendekatan kewirausahaan untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Saat ini Amira tengah menjalankan proyek terbarunya berupa program edukasi dan skrining gangguan pencernaan pada anak dengan disabilitas intelektual. Program ini berhasil memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp 65 juta dari ChildFund International. Melalui inisiatif ini, Amira berupaya meningkatkan kesadaran serta deteksi dini masalah kesehatan pencernaan pada kelompok anak yang seringkali kurang mendapatkan perhatian dalam layanan kesehatan. Proyek ini tidak hanya menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kesehatan inklusif, tetapi juga mempertegas perannya sebagai agen perubahan yang membawa dampak langsung bagi masyarakat.

Bagi Amira, setiap pencapaian merupakan bagian dari proses belajar yang berkelanjutan. Ia percaya bahwa keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus berkembang, serta komitmen untuk memberi manfaat adalah kunci utama dalam meraih prestasi.

Capaian sebagai Juara 3 Mapres UI bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi sivitas akademika FKM UI dan generasi muda Indonesia. Melalui langkah-langkahnya yang konsisten dan berdampak, Amira Puji Hastuti menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global. (wrk)