Bangun Budaya Integritas dan Tata Kelola Adaptif, FKM UI Gelar Sosialisasi Bersama DMRT UI

Depok, 20 Mei 2026 — Dalam rangka penguatan tata kelola institusi dan budaya organisasi di lingkungan Universitas Indonesia (UI), Badan Manajemen Risiko dan Kepatuhan UI menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Penerapan Manajemen Risiko, Transformasi Budaya, dan Tata Kelola” di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) pada 19 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang PA 209 Gedung RIK UI tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan budaya integritas, kepatuhan, profesionalisme, serta tata kelola yang akuntabel dan adaptif di lingkungan perguruan tinggi. 

Sosialisasi ini dihadiri oleh Direktur Direktorat Manajemen Risiko dan Transformasi (DMRT) UI, Sri Haryanto, S.H., M.H., CRGP.; Kasubdit Manajemen Risiko, Rushli Fauzan, S.E., M.S.M., QRMP., CRGP.0; Kasubdit Transformasi Budaya dan Tata Kelola, Dr. Filia, M.Si.; Kasubdit Kode Etik dan Perilaku, Abdul Rahman Lubis, S.H., M.H., CLA., CCD; beserta jajarannya. 

Sementara dari FKM UI hadir Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc.; Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum, Mila Tejamaya, S.Si., MOHS., Ph.D.; serta jajaran lainnya dari manajer, ketua departemen, ketua proggram studi, asisten manajer sampai jenjang penyelia di FKM UI.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada Badan Manajemen Risiko dan Kepatuhan UI atas penyelenggaraan kegiatan sosialisasi sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola yang lebih akuntabel dan adaptif terhadap berbagai tantangan di lingkungan universitas. “Manajemen risiko tidak hanya sesuatu hal yang bersifat administratif tetapi juga sebagai instrumen manajerial yang mendukung peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pencapaian kinerja,” ujar Prof. Besral. Ia juga menekankan bahwa penguatan manajemen risiko dan tata kelola memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan Universitas Indonesia sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, transparan, dan berintegritas.

Mengawali sosialisasi, Sri Haryanto, S.H., M.H., CRGP., Direktur DMRT UI, menjelaskan tentang arah penguatan tata kelola universitas melalui tiga fokus utama pengembangan institusi. Fokus pertama membahas penerapan manajemen risiko dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi, meliputi prinsip-prinsip manajemen risiko, risiko strategis universitas, hasil review risk register unit kerja, serta evaluasi SPIP Terintegrasi UI tahun 2025 oleh BPKP. 

Selanjutnya, Rushli Fauzan, S.E., M.S.M., QRMP., CRGP., menjelaskan pentingnya integrasi manajemen risiko dengan sistem pengendalian internal sebagai fondasi pencapaian kinerja institusi. “Setiap unit wajib memiliki tanggung jawab untuk mengelola risiko secara aktif dan terstruktur,” ujarnya. Ia juga memperkenalkan pendekatan Three Lines Model untuk memastikan pembagian peran yang jelas antara pelaksana kegiatan, fungsi pengendalian, dan audit internal. 

Pemaparan kedua berfokus pada aspek kode etik dan kode perilaku yang disampaikan oleh Abdul Rahman Lubis, S.H., M.H., CLA., CCD. Ia menekankan pentingnya penguatan integritas melalui implementasi Peraturan Rektor, optimalisasi sistem SIPDUGA, serta pemahaman mekanisme penanganan dugaan pelanggaran di lingkungan universitas. Lebih lanjut, ia turut mengapresiasi komitmen FKM UI untuk menjadi salah satu fakultas yang dinilai konsisten dalam menjaga koordinasi dan penguatan budaya integritas di lingkungan universitas. “Kami bersyukur FKM sampai sekarang masih on control dan koordinasi dengan tim FKM juga baik,” ujar Abdul Rahman.

Dr. Filia, S.S., M.Si., menutup sesi pemaparan ini yang membahas tentang pentingnya transformasi budaya dan tata kelola melalui penataan peta proses bisnis UI, penyusunan dan pemutakhiran Prosedur Operasional Baku (POB), dan percepatan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi dan Transformasi Universitas (RBTU). “Transformasi budaya itu tidak bisa hanya berhenti di dokumen atau kebijakan, tetapi harus tercermin dalam perilaku kerja sehari-hari,” ujar Dr. Filia. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan Zona Integritas melalui evaluasi dan monitoring yang konsisten guna mendorong terciptanya lingkungan kerja yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. 

Melalui sosialisasi ini, FKM UI mempertegas komitmennya dalam memperkuat penerapan manajemen risiko, transformasi budaya, dan tata kelola yang baik di lingkungan universitas serta mendorong terciptanya budaya integritas, profesionalisme, kepatuhan, serta perbaikan berkelanjutan. (EAR)