Belajar dari Taiwan, KARS FKM UI Bahas Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien melalui kegiatan Visiting Professor

Depok, 15 Juni 2026 — Program Studi S-2 Kajian Administrasi Rumah Sakit (KARS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor bertajuk “Quality of Care and Patient Safety” secara daring. Kegiatan ini mengundang Prof. Kuo-Piao Michael Chung, Ph.D. dari Institute of Health Policy and Management, College of Public Health, National Taiwan University, sebagai narasumber utama.

Kegiatan Visiting Professor ini menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan mengenai peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Melalui topik yang diangkat, peserta diajak memahami bahwa kualitas layanan dan keselamatan pasien merupakan dua aspek penting dalam membangun layanan kesehatan yang efektif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI, dalam sambutannya, menyampaikan harapannya agar forum ini dapat mendorong lahirnya gagasan baru dalam peningkatan mutu layanan kesehatan. “I hope this forum will generate new ideas, innovation, and collaboration to improve healthcare quality in Indonesia,” ujarnya.

Diskusi dimoderatori oleh Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, S.K.M., M.D.M., Ketua Departemen AKK FKM UI. Dalam pemaparannya, Prof. Chung membahas mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien melalui perspektif sistem pelayanan kesehatan. Ia menjelaskan pentingnya memahami hubungan antara organisasi layanan kesehatan, pembiayaan, akses, mutu, dan keselamatan pasien dalam menciptakan pelayanan yang lebih baik. 

Dalam sesi tersebut, Prof. Chung turut memberikan gambaran mengenai perkembangan regulasi keselamatan pasien, termasuk pentingnya prosedur pelaporan dan penanganan insiden medis. Ia juga menyinggung penggunaan klasifikasi kejadian keselamatan pasien dan indikator mutu sebagai alat untuk membaca masalah, mengevaluasi layanan, serta mendorong perbaikan yang lebih terarah. Melalui contoh dari Chi-Mei Medical Center, peserta diajak melihat bagaimana intervensi tim peningkatan mutu, pemanfaatan data, serta pemantauan indikator dapat membantu fasilitas pelayanan kesehatan memperbaiki performa layanan secara bertahap.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang mengikuti sesi diskusi hingga akhir. Berbagai pertanyaan yang diajukan menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap tantangan peningkatan mutu layanan kesehatan, baik dari sisi kebijakan, manajemen fasilitas pelayanan kesehatan, maupun implementasi budaya keselamatan pasien dalam praktik sehari-hari. Menanggapi pertanyaan peserta mengenai kecenderungan rumah sakit yang hanya fokus meningkatkan performa menjelang akreditasi, Prof. Chung menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang cukup umum terjadi. Namun, menurutnya, peningkatan mutu seharusnya tidak berhenti setelah proses penilaian selesai. Dokumentasi, pengukuran indikator, dan evaluasi rutin perlu dijadikan budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar bukti administratif untuk memenuhi standar akreditasi.

Menutup diskusi, Prof. Ede menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi. “Ketika berbicara tentang quality, kita harus memiliki standar yang baik. Selain itu, setiap upaya peningkatan mutu juga harus dikerjakan berdasarkan data dan sains,” ujarnya. Pesan ini memperkuat pentingnya budaya pengukuran, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan dalam menciptakan layanan kesehatan yang lebih aman dan bermutu.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S-2 Kajian Administrasi Rumah Sakit (KARS) FKM UI berharap peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pendekatan global dalam peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Kegiatan ini juga menegaskan komitmen FKM UI dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengetahuan internasional untuk mendukung pengembangan kapasitas akademik dan profesional di bidang administrasi rumah sakit. (SHF)