Belajar Teknologi dan Sistem Kesehatan Korea Selatan, Empat Mahasiswa FKM UI Ikuti SNU International Summer Program

Depok, 30 Agustus 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat  Universitas Indonesia (FKM UI) terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik dan perspektif global melalui berbagai program internasional. Salah satunya melalui kesempatan mengikuti Seoul National University (SNU) International Summer Program, program akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar bersama di Seoul, Korea Selatan.

Empat mahasiswa FKM UI, yaitu Elvaretta Naura Puteria, Ghaida Salma Hazimah Nasution, dan Daffa Adena Loveri dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat serta Chayma Benyaich dari Program Studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, mengikuti program tersebut selama 33 hari, sejak 22 Juni hingga 25 Juli 2026. Selama program berlangsung, peserta mengikuti pembelajaran bersama mahasiswa internasional dan SNU, dengan pengajaran yang didukung oleh profesor SNU serta profesor tamu dari berbagai bidang.

Bagi Elvaretta, kesempatan mengikuti program tersebut menjadi ruang untuk melihat perkembangan kesehatan dari perspektif yang berbeda, khususnya dalam pemanfaatan teknologi. Salah satu hal yang paling menarik perhatiannya adalah bagaimana teknologi kesehatan di Korea Selatan telah digunakan secara lebih terintegrasi, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga untuk pemantauan kondisi tubuh, penelitian, pendidikan tenaga kesehatan, hingga upaya pencegahan.

“Menurut saya, salah satu perbedaan yang cukup terlihat adalah pemanfaatan teknologi kesehatan di Korea Selatan yang sudah lebih terintegrasi. Teknologi tidak hanya dimanfaatkan ketika seseorang sudah sakit, tetapi juga mulai digunakan untuk melakukan monitoring dan mendukung upaya pencegahan,” ujar Elvaretta. 

Selain itu, Elvaretta juga menemukan penerapan teknologi dalam pendidikan tenaga kesehatan melalui pengembangan Virtual Reality (VR) Head-Mounted Display simulator di Seoul National University Hospital (SNUH) untuk melatih keterampilan operasi HoLEP. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut menunjukkan bahwa inovasi kesehatan tidak hanya berkaitan dengan diagnosis dan pemantauan pasien, tetapi juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan sebelum menghadapi prosedur secara langsung.

Dari proses pembelajaran tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa perkembangan digital health tidak hanya bergantung pada kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Sebelum teknologi tersebut digunakan, proses pengumpulan data perlu dirancang dengan baik, mulai dari menentukan variabel yang ingin diukur, memilih sensor, melakukan pengambilan data, amplifikasi, filtering, hingga digitalisasi. 

Perspektif mengenai pemanfaatan teknologi kesehatan juga diperkuat oleh Daffa Adena Loveri. Menurutnya, salah satu hal yang dapat dipelajari dari Korea Selatan adalah bagaimana teknologi dan data kesehatan diintegrasikan untuk mendukung sistem kesehatan publik. Ia menyoroti pemanfaatan Hospital Information System (HIS), Electronic Medical Record (EMR), Big Data, hingga biosensor sebagai bagian dari ekosistem data kesehatan.

Menurut Daffa penguatan integrasi data menjadi salah satu pembelajaran yang relevan bagi Indonesia. Sistem yang lebih terintegrasi dinilai dapat mendukung surveilans epidemiologi, membantu pemetaan tren penyakit, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.

Bagi mahasiswa FKM UI, pengalaman mengikuti SNU International Summer Program juga menjadi kesempatan untuk belajar dalam lingkungan akademik yang multikultural. Selama program, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dari para akademisi dan profesor dari berbagai negara, tetapi juga berinteraksi dengan mahasiswa dari beragam latar belakang.

“Bagi saya, SNU Summer Program bukan hanya tentang pergi ke Korea untuk belajar, tetapi tentang bertemu dunia dalam satu perjalanan dan menjadi pribadi yang sedikit lebih luas setelahnya,” ungkap Daffa.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar ruang kelas yang memperkaya kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi, membangun jejaring internasional, serta melihat persoalan kesehatan dari perspektif yang lebih luas. Pembelajaran mengenai teknologi dan sistem kesehatan di Korea Selatan juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk merefleksikan bagaimana inovasi serupa dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di Indonesia.

Melalui partisipasi empat mahasiswa FKM UI dalam SNU International Summer Program, pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional menjadi salah satu ruang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan kesehatan global. Pengalaman ini sekaligus menunjukkan pentingnya mahasiswa kesehatan masyarakat untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi, data, kebijakan, dan sumber daya manusia dapat terintegrasi untuk menghasilkan sistem kesehatan yang lebih responsif dan berkelanjutan. (SHF)