Ciptakan Kampus yang Siaga dan Peduli: FKM UI Selenggarakan Pelatihan First Aid untuk Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan

Depok, 1 November 2025 – Sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, tanggap, dan berdaya dalam menghadapi situasi darurat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan Pelatihan First Aid (Pertolongan Pertama) bagi 32 mahasiswa peminatan Kesehatan Reproduksi dan 23 Tenaga Kependidikan (Tendik) FKM UI. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (1/11) dan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Ruang Promosi Doktor serta Aula Gedung G FKM UI.

Pelatihan yang difasilitasi oleh 7 orang fasilitator dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat dan efektif sebelum bantuan medis lanjutan tiba. Kegiatan meliputi tiga sesi utama, yaitu pemaparan teori, praktik langsung, dan evaluasi kemampuan peserta.

Koordinator Subunit Penjaminan Mutu Non Akademik (UPMNA) FKM UI, Marwan M. Noer, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas mahasiswa dan tenaga kependidikan terhadap penanganan kedaruratan kesehatan.

“Kemampuan memberikan pertolongan pertama bukan hanya penting bagi tenaga kesehatan, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika. Dengan pelatihan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap orang dapat menjadi first responder yang berperan menyelamatkan nyawa,” ujar Marman M. Noer.

Para fasilitator dari PMI Jakarta Timur menjelaskan bahwa pertolongan pertama adalah bantuan awal yang diberikan kepada seseorang yang mengalami cedera atau sakit mendadak, sebelum memperoleh pertolongan medis yang lebih lengkap. Petugas pertolongan pertama yang terlatih dapat berperan sebagai penentu utama dalam mencegah kondisi pasien memburuk melalui pemberian tindakan yang cepat, tepat, dan berkualitas.

Dalam sesi teori, peserta dibekali dengan pemahaman tentang tujuan dan langkah-langkah pertolongan pertama, termasuk prinsip dasar keamanan diri dan lingkungan sebelum melakukan tindakan. Selanjutnya, peserta mempraktikkan beragam keterampilan dasar dalam penanganan darurat, seperti:

  • Bantuan hidup dasar (Basic Life Support), meliputi penanganan kasus tersedak dengan Heimlich Manuver, serta resusitasi jantung paru (RJP).
  • Penggunaan Automated External Defibrillator (AED) untuk membantu pemulihan irama jantung pada kondisi henti jantung mendadak.
  • Teknik menghentikan perdarahan, baik eksternal maupun internal.
  • Pertolongan pertama pada berbagai jenis luka seperti luka bakar, luka tusuk, atau luka robek.
  • Penanganan trauma dan cedera, termasuk imobilisasi pada patah tulang dan evakuasi korban dengan aman.

Para peserta juga mendapatkan simulasi lapangan untuk mengasah kemampuan respon cepat dalam situasi darurat, seperti kecelakaan kecil di lingkungan kerja atau kampus.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FKM UI Berjiwa Luhur dan Berkinerja Unggul dalam memperkuat kapasitas sivitas akademika melalui edukasi dan pelatihan yang aplikatif. Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan masing-masing.

Pelatihan ditutup dengan sesi evaluasi untuk mengukur pemahaman dan keterampilan peserta. Peserta yang dinilai memenuhi standar kompetensi akan mendapatkan sertifikat pelatihan pertolongan pertama dari PMI Jakarta Timur sebagai pengakuan atas kemampuan mereka dalam memberikan bantuan awal pada kondisi gawat darurat. (wrk)