Dari Kepatuhan ke Ketangguhan, Seminar K3 Nasional 2026 Bahas Transformasi K3 Masa Depan

Depok, 13 Juni 2026 — Dalam rangkaian peringatan HUT ke-33 Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FKM UI serta OHS Expo 17, Departemen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyelenggarakan Seminar K3 Nasional 2026 bertema “The Future of Occupational Health and Safety: Integrating Resilience Engineering for Sustainable Growth.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Workplace.

Seminar ini menghadirkan ruang diskusi bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan pemerhati K3 untuk memahami arah masa depan keselamatan dan kesehatan kerja di tengah perubahan teknologi, dinamika industri, serta tuntutan sistem kerja yang semakin kompleks. Melalui tema tersebut, peserta diajak melihat bahwa K3 tidak lagi hanya berbicara tentang kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga tentang kemampuan organisasi untuk beradaptasi, bertahan, dan terus belajar dalam menghadapi kondisi yang berubah.

Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI, Mila Tejamaya, S.Si., MOHS., Ph.D., dalam sambutannya, menekankan bahwa perkembangan industri perlu berjalan beriringan dengan keberlanjutan masyarakat dan lingkungan. “Kemajuan industri yang ditopang dengan peningkatan produktivitas akan melahirkan masyarakat dan lingkungan yang sustainable,” ujarnya.

Sambutan juga disampaikan oleh drg. Baiduri Widanarko, M.K.K.K., Ph.D., Ketua Departemen K3 FKM UI. Ia menegaskan bahwa pendekatan K3 harus terus bergerak mengikuti perubahan dunia kerja yang menjadi pengantar penting bagi pembahasan utama seminar mengenai kebutuhan sistem keselamatan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan resilien. “Pendekatan K3 harus terus berkembang menjadi lebih adaptif, tangguh, dan berkelanjutan karena tantangan dunia kerja terus berubah,” ungkapnya. 

Seminar K3 Nasional 2026 menghadirkan dua narasumber utama yang membahas isu K3 dari sudut pandang akademik, praktik industri, serta kebutuhan penguatan sistem keselamatan kerja di masa depan. Prof. Dr. dr. Zulkifli Djunaidi, M.App.Sc., Guru Besar K3 FKM UI menjelaskan bahwa sistem kerja yang tangguh membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan diri sebelum, saat, maupun setelah menghadapi gangguan. Pembahasan ini mencakup pentingnya pengukuran maturity level of resilience sebagai bagian dari upaya membangun sistem keselamatan yang lebih siap menghadapi situasi terduga maupun tidak terduga.

Sementara itu, Dr. Ir. Waluyo Martowiyoto, M.M., QCRO., QRP., GOP., CRCOP, Ketua Tim Independen Pengendalian Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, menyoroti pentingnya memahami hubungan antara resiliensi bisnis dan resiliensi operasional. Ia menjelaskan bahwa ketahanan organisasi tidak hanya bergantung pada strategi bisnis, tetapi juga pada kemampuan proses internal, pekerja, sistem, serta budaya keselamatan untuk merespons risiko dan perubahan. 

“Praktisi K3 masa depan bukan hanya menjaga kepatuhan, tetapi harus mampu membaca risiko secara dinamis, menghubungkan teknologi dengan kebutuhan operasional, serta membangun kepemilikan bersama terhadap keselamatan di lingkungan kerja,” ujar Dr. Waluyo. Dengan demikian, K3 dipandang tidak lagi sekadar fungsi administratif, melainkan bagian strategis dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

Seminar ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-33 Departemen K3 FKM UI yang berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari webinar, kegiatan sosial, donor darah, peluncuran lomba poster dan video kreatif, exhibition, pengabdian masyarakat, hingga kegiatan alumni seperti homecoming, gala dinner, dan turnamen olahraga. Dengan rangkaian yang beragam, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi K3, tetapi juga wadah kolaborasi, penguatan jejaring, dan perayaan kontribusi Departemen K3 FKM UI. (SHF)