Dekan FKM UI Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Program RESHAPE di Finlandia dan Swedia

Depok, 23 Juni 2026 – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., bersama Guru Besar FKM UI, Prof. Dr. Robiana Mdjo, S.K.M., M.Kes., serta Prof. Dr. dra. Evi Martha, M.Kes. mengikuti rangkaian kegiatan internasional RESHAPE (Reimagining Sustainable Higher Education through Planetary Wellbeing and Digital Innovation) yang berlangsung di Finlandia dan Swedia pada 1–13 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas perguruan tinggi dalam mengintegrasikan konsep planetary wellbeing, inovasi pembelajaran digital, dan kolaborasi global untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Program RESHAPE mempertemukan berbagai institusi pendidikan tinggi dari Finlandia, Swedia, Bangladesh, dan Indonesia. Berbagai institusi tersebut yaitu Turku University of Applied Sciences, Finlandia; Laurea University of Applied Sciences, Finlandia; University of Gävle, Swedia; Islamic University of Bangladesh, Stamford University Bangladesh, serta tiga institusi dari Indonesia yaitu Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, dan SEAMOLEC. Selama dua pekan, para peserta mengikuti serangkaian diskusi akademik, lokakarya, kunjungan lapangan, hingga penyusunan strategi pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Diawali di Turku University of Applied Sciences (Turku AMK), Finlandia, pada 1–3 Juni 2026, delegasi mempelajari konsep planetary wellbeing melalui paparan mengenai kondisi iklim regional, kunjungan ke taman biodiversitas pertama di Eropa, serta berbagai sesi pengembangan kapasitas terkait lingkungan belajar berkelanjutan dan manajemen proyek. Pada kesempatan tersebut, Prof. Indri memimpin sesi diskusi mengenai project management and reporting, sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan proyek internasional kepada seluruh anggota konsorsium.

Diskusi di Turku menghasilkan kesepahaman awal mengenai pentingnya integrasi isu keberlanjutan, perubahan iklim, dan kesejahteraan planet ke dalam kurikulum pendidikan tinggi. Para mitra juga menyusun langkah awal untuk mengembangkan ruang pembelajaran digital yang mendukung pembentukan kompetensi global mahasiswa.

Lebih lanjut, di University of Gävle (HiG), Swedia, pada 4–9 Juni 2026, kegiatan berfokus pada pengembangan digital, pendidikan digital, dan kemitraan komunitas berkelanjutan. Delegasi mempelajari berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan AI Room, Digital Studio, dan Exploratory Lab untuk mendukung proses pendidikan masa depan.

Salah satu capaian penting dalam kunjungan tersebut adalah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Indonesia dan University of Gävle yang dilakukan langsung oleh Prof. Indri Hapsari Susilowati bersama perwakilan University of Gävle, Mark Holter. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Selain mengikuti berbagai sesi akademik, delegasi juga melakukan kunjungan ke kawasan Andersberg untuk mempelajari praktik kemitraan universitas dengan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan sosial dan keberlanjutan komunitas. Pengalaman tersebut memberikan wawasan mengenai pentingnya inklusi digital dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan.

Tahap terakhir kegiatan berlangsung di Laurea University of Applied Sciences, Finlandia, pada 10–13 Juni 2026. Fokus utama kegiatan adalah pengenalan konsep Multisensory Space (MS Space) dan pendekatan pembelajaran Learning by Developing (LbD) yang diterapkan untuk mendukung planetary wellbeing. Delegasi mempelajari bagaimana lingkungan pembelajaran multisensori dapat digunakan untuk mensimulasikan berbagai tantangan dunia nyata dan meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa secara lebih interaktif.

Melalui berbagai lokakarya dan sesi perencanaan, para mitra konsorsium menyusun peta jalan pengembangan teknologi pembelajaran, ruang multisensori, serta integrasi pendekatan pendidikan inovatif di institusi masing-masing. Universitas Indonesia turut berkontribusi dalam perancangan model pembelajaran interaktif yang relevan untuk diterapkan pada konteks pendidikan tinggi di Indonesia.

Di sela-sela rangkaian kegiatan RESHAPE, delegasi Universitas Indonesia yang dipimpin oleh Prof. Indri juga melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Helsinki, Finlandia, pada 10 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Indri memaparkan tujuan, capaian, dan potensi dampak Program RESHAPE kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Finlandia dan Estonia, Ibnu Wahyutomo.

Duta Besar menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Universitas Indonesia dalam kolaborasi internasional yang melibatkan berbagai negara dan menekankan pentingnya memperkuat posisi pendidikan tinggi Indonesia melalui kerja sama lintas negara yang berkelanjutan. Dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas dampak program RESHAPE dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.

“Tantangan kesehatan masyarakat saat ini semakin erat kaitannya dengan isu perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan transformasi digital. Karena itu, perguruan tinggi perlu membangun ekosistem pembelajaran yang mampu mempersiapkan lulusan untuk menghadapi tantangan tersebut secara multidisiplin. Melalui Program RESHAPE, FKM UI memperoleh kesempatan untuk memperkuat kapasitas institusi, memperluas kemitraan global, serta mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutur Prof. Indri.  

Partisipasi aktif FKM UI dalam Program RESHAPE menunjukkan komitmen fakultas untuk terus memperluas jejaring internasional, mendorong inovasi pendidikan, serta mengembangkan kapasitas akademik yang responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan global. Melalui kolaborasi ini, FKM UI diharapkan dapat mengadopsi berbagai praktik baik dalam pengembangan pembelajaran digital, ruang belajar inovatif, dan konsep planetary wellbeing yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kesehatan masyarakat di masa depan. (wrk)