Dosen FKM UI Berkontribusi dalam BAQ 2026 di Bangkok, Angkat Isu Dampak Kesehatan Pencemaran Udara di Indonesia

Bangkok, 13 Maret 2026 — Dua akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc., FCR., dan Dr. Fitri Kurniasari, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D., menunjukkan kontribusi aktif dalam forum internasional The 12th Better Air Quality Conference (BAQ 2026) yang diselenggarakan di United Nations Conference Centre (UNCC), Bangkok, Thailand, pada 11–13 Maret 2026.

Konferensi BAQ 2026 merupakan forum strategis tingkat Asia Pasifik yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan organisasi internasional untuk membahas isu kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Clean Air Asia bersama sejumlah organisasi global, seperti Asian Development Bank (ADB), Climate and Clean Air Coalition (CCAC), Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP), dan United Nations Environment Programme (UNEP).

Dalam forum tersebut, Prof. Budi Haryanto berperan sebagai pembicara dalam sesi bertajuk “Air Pollution and Health in Indonesia: Reflections, Actions, and Policy Directions” pada 13 Maret 2026. Ia memaparkan hasil penelitian terkait dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat di Jakarta melalui presentasi berjudul “Findings from Air Pollution & Health Impact Research in Jakarta”. Paparan ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti dalam memahami risiko kesehatan akibat paparan polusi udara, khususnya partikel halus PM2.5, serta urgensi penguatan kebijakan pengendalian pencemaran udara di Indonesia.

Sementara itu, Dr. Fitri Kurniasari turut berkontribusi sebagai moderator yang memandu jalannya sesi diskusi. Ia memfasilitasi pertukaran gagasan antara para panelis yang membahas berbagai topik, mulai dari tren kualitas udara di Jakarta, sumber pencemaran utama, hingga upaya pencegahan dan pengendalian dampak kesehatan akibat polusi udara.

Keterlibatan dosen FKM UI dalam BAQ 2026 ini menegaskan peran aktif akademisi Indonesia dalam forum global, khususnya dalam mengangkat perspektif kesehatan masyarakat pada isu kualitas udara. Kontribusi ini juga menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan kebijakan berbasis riset serta kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi tantangan pencemaran udara.

Sebagai pelengkap rangkaian kegiatan, pada 10 Maret 2026 kedua akademisi juga mengikuti study visit ke Mahidol University dan Ministry of Health Thailand, khususnya Division of Occupational and Environmental Diseases. Kegiatan ini menjadi sarana studi tiru untuk memahami praktik dan kebijakan pengelolaan kualitas udara di Thailand, sekaligus memperkaya perspektif dalam pengembangan strategi pengendalian pencemaran udara di Indonesia. Selain Prof. Budi Haryanto dan Dr. Fitri Kurniasari, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu Dr. Then Suyanti (Director of Environmental Health) dan Nia Kurniawati, M.P.H. (Head of Air Quality Health Working Group), serta akademisi di bidang kesehatan lingkungan, Damai Arum Pratiwi, M.P.H. dari Universitas Airlangga.

Partisipasi ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi FKM UI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan kesehatan lingkungan di tingkat global, serta mendorong upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak pencemaran udara secara berkelanjutan. (wrk)