Depok, 25 Juni 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi permasalahan kesehatan dan lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh dosen FKM UI, dr. Lhuri D. Rahmartani, B.Med.Sc., M.Epid., D.Phil., lahan kosong yang sebelumnya terbengkalai di Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur, kini bertransformasi menjadi area urban farming yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Kegiatan yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif. Dalam pertemuan rutin PKK di salah satu RT di Kelurahan Cipayung pada 6 Juni 2026, dr. Lhuri berbagi pengetahuan mengenai keterkaitan antara lingkungan, pangan sehat, dan kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya lahan milik warga yang tidak termanfaatkan dan dipenuhi semak belukar, sejak tahun 2024 dr. Lhuri menginisiasi komunikasi antara pemilik lahan, pengurus lingkungan, dan pemerintah kelurahan untuk mencari solusi yang dapat memberikan manfaat bersama. Gagasan yang awalnya didanai secara parsial oleh Hibah Pengmas UI 2024 tersebut kemudian berkembang menjadi program urban farming yang tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan kawasan, tetapi juga sebagai media edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif yang didampingi oleh FKM UI ini berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari warga, pengurus RT dan RW, hingga Pemerintah Kelurahan Cipayung. Setelah melalui proses koordinasi dan perencanaan yang panjang, lahan mulai dibuka dan ditanami berbagai komoditas sayuran seperti kangkung, bayam, dan cabai pada awal tahun 2026.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Kelurahan Cipayung di bawah arahan Lurah Cipayung, Ibu Yulian Fathiniah dan diketahui oleh Ketua RW Bapak Widiyantoro. Operasional lapangan didukung oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang melakukan pembukaan lahan, pembibitan, penanaman, hingga penyiraman secara rutin. Pengurus RT yang diketuai oleh Bapak Endang Hidayat dan relawan warga turut berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan program.
Kolaborasi tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan. Pada Mei 2026, lahan urban farming berhasil melakukan panen perdana dengan menghasilkan sekitar 50 ikat kangkung dan bayam. Keberhasilan ini membuktikan bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi sumber manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, menurut Ketua RT, pengembangan lahan terus dilakukan dengan penanaman komoditas baru, termasuk jagung dan melon.
Sebagai akademisi di bidang kesehatan masyarakat, dr. Lhuri menekankan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan tempat masyarakat hidup. Lingkungan yang hijau, bersih, dan produktif berperan penting dalam mendukung kesehatan fisik maupun mental. Dalam konteks tersebut, urban farming skala mikro ini bukan dimaksudkan sebagai solusi utama ketahanan pangan ataupun pengganti peran pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan, melainkan sebagai sarana edukasi, peningkatan kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan terbuka yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Dalam jangka panjang, inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap sayuran segar hasil budidaya lokal serta mendorong konsumsi pangan yang lebih sehat dan bergizi.
Program ini juga menunjukkan kontribusi nyata FKM UI dalam mengimplementasikan pendekatan promotif dan preventif yang menjadi inti kesehatan masyarakat. Melalui pengabdian kepada masyarakat, dosen FKM UI tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada warga, tetapi juga memfasilitasi lahirnya solusi yang dapat dijalankan secara mandiri dan berkelanjutan oleh komunitas.
Meskipun masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pengetahuan budidaya tanaman di kawasan perkotaan dan kebutuhan akan relawan yang konsisten, model kolaborasi yang terbangun di Cipayung memberikan pembelajaran berharga tentang pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan perubahan sosial yang berdampak.
Ke depan, FKM UI berharap praktik baik yang dikembangkan di Kelurahan Cipayung dapat direplikasi di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Melalui kontribusi keilmuan dosen dan keterlibatan aktif masyarakat, FKM UI terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi tantangan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan FKM UI, yaitu mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan mengedepankan kolaborasi dan pendekatan berbasis bukti, FKM UI terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang sehat, berdaya, dan berwawasan lingkungan. (wrk)

