EnviTalk 1 2026 Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Menuju Ekosistem Sehat 2030

Depok, 23 Mei 2026 — ENVIHSA FKM UI 2026 menyelenggarakan EnviTalk 1 2026 dengan tema “Transformasi Pengelolaan Sampah Menuju Ekosistem Sehat 2030” yang diselenggarakan secara hybrid di Aula Gedung G, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Kegiatan yang masuk menjadi Seminar Online FKM UI Seri 2 ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memahami isu pengelolaan sampah secara lebih luas, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari perspektif kebijakan, fasilitas kesehatan, dan industri.

Mengangkat isu sampah sebagai salah satu tantangan lingkungan yang terus berkembang, EnviTalk 1 2026 menyoroti pentingnya perubahan cara pandang terhadap sampah. Sampah tidak lagi dapat dimaknai sebagai sesuatu yang selesai setelah dibuang, melainkan sebagai persoalan yang berkaitan erat dengan pola konsumsi, gaya hidup, sistem pengelolaan, serta tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr. Zakianis, S.K.M., M.K.M. Dalam sambutannya, Dr. Zakianis menekankan bahwa sampah dapat menjadi sumber daya apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.

“Sampah dapat menjadi sumber daya melalui 3R, ekonomi sirkular, pemilahan sampah, dan teknologi lainnya. Mahasiswa merupakan agen perubahan yang diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, menghadirkan inovasi, dan membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Manajer Akademik, Internasionalisasi, Kemahasiswaan, dan Alumni FKM UI, Dr. Laila Fitria, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong kepedulian dan kontribusi nyata terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tapi juga termotivasi untuk lebih peduli dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Dr. Laila.

EnviTalk 1 2026 menghadirkan tiga narasumber dari sektor yang berbeda. Reni Siti Nuraeni dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menjelaskan bahwa pengelolaan sampah perlu dibangun melalui sistem yang kuat dari hulu ke hilir. Upaya tersebut membutuhkan dukungan kebijakan lintas sektor, edukasi masyarakat, serta penguatan sistem agar penanganan sampah tidak hanya bertumpu pada tempat pemrosesan akhir.

Dari sektor fasilitas pelayanan kesehatan, Noni Christasha Anggaraini, S.K.M., Sanitarian RS UI, memaparkan praktik pengelolaan sampah domestik dan medis di RS UI yang menjadi salah satu upaya membangun budaya pemilahan sampah di lingkungan kerja. Sementara itu, Noviaji Joko Priono, S.K.M., M.K.K.K., Head of Safety and Fire PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, menjelaskan pentingnya sistem pengelolaan yang menyeluruh, mulai dari kebijakan, penyediaan fasilitas, penjadwalan pengangkutan, pelatihan, kampanye internal, hingga penerapan standar lingkungan dan pengelolaan limbah B3.

Melalui EnviTalk 1 2026, ENVIHSA FKM UI 2026 berupaya mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam memahami, mengedukasi, dan menghadirkan solusi terhadap persoalan sampah. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa transformasi pengelolaan sampah menuju ekosistem sehat 2030 membutuhkan kolaborasi, konsistensi, serta perubahan perilaku dari berbagai pihak. (SHF)