Depok, 11 September 2026 – Menggabungkan laboratorium yang sebelumnya berdiri sendiri bukan sekadar menyatukan ruangan dan peralatan. Proses tersebut kemudian berkembang menjadi pengelolaan laboratorium yang diarahkan untuk mendukung pendidikan, penelitian, inovasi, hingga layanan pengujian oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Praktik inilah yang dipelajari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) dalam kunjungannya ke Public Health Innovation and Research Laboratory (PHIR LAB) FKM UI.
Kunjungan yang berlangsung di Gedung A Lantai 3 RIK UI pada Kamis, 10 September 2026, menjadi ruang berbagi pengalaman antara FKM UI dan FIK UMJ, khususnya mengenai tata kelola laboratorium terpadu. Rombongan FIK UMJ dipimpin oleh Dekan FIK UMJ, Dr. Ernyasih, S.K.M., M.K.M., bersama jajaran pimpinan, ketua program studi, kepala laboratorium, pengelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta staf laboratorium. Dari FKM UI, kegiatan dihadiri Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat Ibu Rizka Maulida, S.K.M., M.Sc., Ph.D. dan Kepala PHIR LAB Prof. Dr. Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D., beserta staff dan jajarannya.
Menyambut kunjungan tersebut, mewakili Dekan FKM UI, Rizka Maulida, S.K.M., M.Sc., Ph.D., memperkenalkan PHIR LAB sebagai laboratorium yang masih terus dikembangkan setelah mengintegrasikan sejumlah laboratorium di FKM UI. Ia menyampaikan bahwa kunjungan FIK UMJ menjadi kesempatan untuk melihat pengelolaan PHIR LAB dan memperoleh gambaran mengenai pengembangannya ke depan. “Jadi sebenarnya PHIR LAB ini bukan sesuatu yang sudah lama berlangsung. Sudah lama dibuat, tapi juga membutuhkan suatu penggabungan dari lab-lab di FKM UI yang cukup baru,” jelas Ibu Rizka.
Dekan FIK UMJ, Dr. Ernyasih, S.K.M., M.K.M., menyampaikan apresiasi atas sambutan FKM UI. Ia menjelaskan bahwa jajaran FIK UMJ hadir untuk melihat secara langsung pengelolaan laboratorium di FKM UI. “Makanya tujuan kami adalah ingin melihat sejauh mana lab yang ada di sini,” ujar Dr. Ernyasih.
Lebih lanjut, Pemaparan mengenai PHIR LAB disampaikan oleh Prof. Dr. Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D. Ia menjelaskan bahwa PHIR LAB merupakan hasil integrasi tiga laboratorium yang sebelumnya telah ada di FKM UI, yaitu Laboratorium Gizi, Laboratorium Kesehatan Lingkungan, serta Laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Inisiatif pembentukan laboratorium terpadu telah dimulai sejak 2020 dan kembali diperkuat pada 2023.
Menurut Prof. Doni, pengembangan tersebut turut mengikuti arahan kementerian yang mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga inovasi dan hilirisasi. “Dari kementerian bahwa enggak hanya riset saja, ada inovasi dan memang sekarang hilirisasi,” ujar Prof. Doni. Nama PHIR LAB kemudian diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan inovasi dan riset bagi kesehatan masyarakat di Indonesia.
Selain itu, Laboratorium mendukung praktikum mahasiswa, memfasilitasi penelitian dosen dan mahasiswa, serta mengembangkan layanan pengujian bagi pihak eksternal. Pengembangan layanan tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian pembiayaan laboratorium. “Kami berupaya membenahi laboratorium ini agar dapat naik status menjadi laboratorium pengujian, sehingga mampu memberikan pelayanan publik sekaligus mencapai kemandirian finansial (self-financing),” jelas Prof. Doni.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Pada sesi ini, FIK UMJ menggali penerapan laboratorium terpadu dalam kegiatan pendidikan dan penelitian. Pengelola PHIR LAB menjelaskan bahwa integrasi pengelolaan tidak menghilangkan fungsi fasilitas berdasarkan bidang keilmuan. Laboratorium tetap mendukung kebutuhan praktikum dan pengujian sesuai bidangnya.
Pembahasan juga mencakup praktikum terintegrasi, termasuk rumpun Ilmu Biomedik Dasar (IBD) yang diselenggarakan di RIK UI. Selain itu, mahasiswa aktif dan alumni dapat dilibatkan sebagai asisten laboratorium untuk mendukung kegiatan praktikum. FIK UMJ turut menggali mekanisme layanan pengujian bagi pihak eksternal. Pengelola menjelaskan bahwa layanan tersebut menggunakan tarif resmi berdasarkan SK, dengan pembayaran melalui fakultas dan alokasi anggaran yang dapat mendukung operasional serta pemeliharaan laboratorium.
Kegiatan studi banding kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke fasilitas PHIR LAB dan ditutup dengan foto bersama. Melalui kunjungan ini, FIK UMJ memperoleh gambaran mengenai integrasi laboratorium, tata kelola, penguatan mutu, serta pengembangan layanan yang mendukung pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan masyarakat. (EAR)

