Depok, 30 Agustus 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan kunjungan akademik mahasiswa Pascasarjana Universitas Strada Indonesia ke FKM UI pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Sebanyak 70 mahasiswa program magister dan doktor Universitas Strada Indonesia mengikuti kegiatan yang berlangsung di Ruang Promosi Doktor FKM UI. Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Novita Ana Anggraini, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D., dan Rahma Ambarika, S.Kep., Ns., Kep., Ph.D. Kunjungan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai pendidikan pascasarjana, khususnya pengembangan penelitian dan kontribusinya terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini diterima oleh Manajer Akademik, Internasionalisasi, Kemahasiswaan, dan Alumni FKM UI, Dr. Laila Fitria, S.K.M., M.Kes. Turut hadir sebagai narasumber Guru Besar Departemen Kependudukan dan Biostatistika FKM UI, Prof. Dr. dr. Sabarinah, M.Sc., serta Ketua Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FKM UI, Popy Yuniar, S.K.M., M.M., Ph.D.
Dalam sambutannya, Dr. Laila menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa dan dosen Universitas Strada Indonesia ke FKM UI. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan dan pengalaman akademik yang bermanfaat bagi para peserta.
“Selamat datang kepada Ibu Novita dan Ibu Rahma beserta mahasiswa Pascasarjana Universitas Strada Indonesia di FKM UI. Semoga nanti bapak/ibu semua mendapatkan penyampaian materi sesuai dengan yang diharapkan serta peningkatan wawasan atas ilmu yang ingin diperoleh para peserta kunjungan,” ujar Dr. Laila.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. dr. Sabarinah, M.Sc. bertajuk “Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Berkontribusi dalam Transformasi Kesehatan.” Materi tersebut mengangkat keterkaitan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun kompetensi mahasiswa pascasarjana sekaligus mendorong kontribusi nyata terhadap transformasi kesehatan.
Prof. Sabarinah menjelaskan bahwa penelitian merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan pascasarjana. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami pengetahuan yang telah ada, tetapi juga mampu mengembangkan pengetahuan melalui penelitian yang berangkat dari permasalahan serta pertanyaan penelitian yang jelas.
Menurutnya, hasil penelitian idealnya tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Pengetahuan yang dihasilkan perlu diterjemahkan menjadi kontribusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjawab kebutuhan kesehatan yang berkembang.
Selain kompetensi akademik, Prof. Sabarinah menekankan pentingnya membangun lulusan yang memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi sesuai dengan konteks masyarakat dan daerah asalnya. Keberagaman budaya Indonesia, menurutnya, perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan bentuk kontribusi yang relevan dan berdampak.
Guru Besar FKM UI, Prof. Sabarinah, menekankan pentingnya menjaga nilai budaya di samping aspek kecakapan, kreativitas, kemandirian, keterampilan, dan kompetensi. Ia mengajak para peserta untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal mereka melalui pelestarian budaya lokal.
“Tadi Bapak/Ibu bilang dari Sabang sampai Merauke, pasti budayanya berbeda-beda. Apakah Bapak/Ibu ingin menyumbang sesuatu kepada daerah asal sesuai dengan budaya? Itu yang nanti harus dipegang dan dipertimbangkan,” ujar Prof. Sabarinah.
Perspektif tersebut menegaskan bahwa pendidikan pascasarjana memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar penguasaan ilmu dan keterampilan. Lulusan diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk menghasilkan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Prof. Sabarinah juga membahas perkembangan berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Untuk menjawab kompleksitas tersebut, pendekatan pentahelix diperkenalkan sebagai perspektif yang melibatkan lima unsur utama, yaitu akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan media.
Pendekatan ini menekankan bahwa transformasi kesehatan membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Perguruan tinggi, melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, memiliki posisi strategis dalam menghasilkan pengetahuan sekaligus membangun kapasitas sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam proses tersebut.
Semangat kolaborasi juga disampaikan oleh Andreas Fery Sumadi selaku perwakilan mahasiswa Universitas Strada Indonesia. Ia berharap kunjungan ke FKM UI dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh bimbingan dalam proses akademik sekaligus membuka peluang kerja sama antara kedua institusi.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan oleh Dr. Novita Ana Anggraini, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D. Menurutnya, kunjungan akademik ke FKM UI memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan baru sekaligus bertukar pengalaman dalam mendukung proses pendidikan pascasarjana.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pencerahan bagi mahasiswa, khususnya dalam proses penyelesaian studi. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mahasiswa semakin semangat dan dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu,” ujar Dr. Novita.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan yang tidak hanya berkaitan dengan teori, tetapi juga pengalaman dan praktik di lapangan dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Diskusi tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara perspektif akademik FKM UI dan pengalaman para mahasiswa Universitas Strada Indonesia. Interaksi ini sekaligus memperlihatkan bahwa proses pendidikan pascasarjana tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus berkembang melalui penelitian, diskusi, praktik, dan keterlibatan langsung dengan persoalan di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FKM UI kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pendidikan kesehatan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan pengetahuan dan kontribusi yang relevan bagi masyarakat. Sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang mampu berperan dalam menjawab tantangan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya transformasi kesehatan di Indonesia. (EAR)

