Depok, 11 Maret 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian salah satu guru besarnya, Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D., yang berhasil meraih pendanaan riset internasional melalui program Clinic and Laboratory Integration Program (CLIP) 2025.
Pendanaan tersebut diperoleh melalui proposal riset berjudul “Seabug, An Unmanned IoT Vessel Using Nature Based Solutions to Improve Water Quality for Reef Ecosystems in Indonesia.” Riset ini berfokus pada pengembangan inovasi teknologi kapal tanpa awak berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan pendekatan berbasis alam (nature-based solutions) untuk meningkatkan kualitas perairan dan mendukung keberlanjutan ekosistem terumbu karang di Indonesia.
Program CLIP merupakan salah satu skema pendanaan riset internasional yang dirancang untuk mendukung pengembangan inovasi dan teknologi dalam konservasi serta pemulihan ekosistem terumbu karang. Program ini merupakan bagian dari inisiatif global Coral Research & Development Accelerator Platform (CORDAP) yang mendorong kolaborasi ilmuwan dari berbagai negara untuk menghasilkan solusi berbasis riset dalam menjaga keberlanjutan ekosistem karang.
Dalam pelaksanaannya, riset ini juga melibatkan sejumlah peneliti sebagai Co-Lead Researchers, yaitu Dr. Adonis Muzanni, Dr. Agus Roma Purnomo, serta Prof. Agustino Zulys. Kolaborasi multidisiplin ini diharapkan dapat memperkuat integrasi antara pendekatan teknologi, riset lingkungan, serta dampaknya terhadap kesehatan ekosistem laut.
Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi sivitas akademika FKM UI dalam mendorong inovasi riset yang berdampak luas, tidak hanya pada bidang kesehatan masyarakat, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan ekosistem.
“FKM UI sangat bangga atas prestasi yang diraih Prof. Fatma Lestari. Pendanaan riset internasional ini menunjukkan bahwa inovasi dan keilmuan yang dikembangkan oleh sivitas akademika FKM UI mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global, termasuk dalam upaya perlindungan ekosistem terumbu karang,” ungkapnya.
Melalui riset ini, diharapkan lahir solusi inovatif yang dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan perairan serta memperkuat upaya konservasi terumbu karang di Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas komitmen FKM UI untuk terus mendorong penelitian yang berdampak bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. (wrk)

