FKM UI dan BPJS Kesehatan Perkuat Kolaborasi melalui Pembekalan SIGAP JKN bagi Mahasiswa PBL

Depok, 28 Juni 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) bersama BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan Pembekalan SIGAP JKN bagi mahasiswa yang akan mengikuti mata kuliah Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 1 dan 2. Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2026 di Auditorium RIK ini ditandai dengan penyematan topi SIGAP JKN dan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol kesiapan mahasiswa untuk berperan sebagai agen edukasi JKN di masyarakat.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pre-test, serta pembukaan yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKM UI, Mila Tejamaya, S.Si., M.OHS., Ph.D., Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan Kedeputian Wilayah V BPJS Kesehatan, Raden Roro Sinong Priyanti, S.Si., Apt., M.A.R.S., AAK., Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Livendri Irfarizel, S.E., AAK., CA., CSAP, jajaran BPJS Kesehatan, dosen, serta mahasiswa FKM UI Angkatan 2023.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKM UI, Dr. Mila Tejamaya menyampaikan bahwa pelaksanaan PBL merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa kesehatan masyarakat memiliki peran strategis sebagai penyambung informasi kesehatan, termasuk dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Program JKN. “Adik-adik akan menjadi agen SIGAP JKN. Nanti adik-adik mahasiswa bisa membantu menyosialisasikan pentingnya kepesertaan BPJS Kesehatan kepada masyarakat,” ujar Dr. Mila.

Lebih lanjut, mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan JKN sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan. Ia juga menyampaikan bahwa FKM UI menjadi fakultas pertama yang mengimplementasikan program SIGAP JKN bersama BPJS Kesehatan dan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lainnya. 

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan Kedeputian Wilayah V BPJS Kesehatan, Raden Roro Sinong Priyanti, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dengan FKM UI. Menurutnya, sinergi dengan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam memperluas literasi masyarakat mengenai Program JKN. “SIGAP JKN ini diawali di FKM UI dan selanjutnya akan kami perluas ke universitas lainnya. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menyampaikan program SIGAP JKN kepada adik-adik semuanya,” ujar Roro.

Ia menambahkan bahwa Program JKN memiliki cakupan kepersertaan yang telah mencapai hampir seluruh penduduk Indonesia. Namun, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat JKN serta menjaga kepesertaan aktif masih menjadi suatu tantangan. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa sebagai agen literasi JKN dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.

Pada sesi pembekalan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Livendri Irfarizel, menyampaikan materi Product Knowledge Program Jaminan Kesehatan Nasional. Peserta memperoleh pemahaman mengenai filosofi gotong royong sebagai landasan penyelenggaraan JKN, hak dan kewajiban peserta, mekanisme pelayanan kesehatan berjenjang mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga rumah sakit rujukan, serta berbagai inovasi layanan digital BPJS Kesehatan, termasuk layanan administrasi melalui PANDAWA. Selain itu, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai transparansi pengelolaan dana JKN dan pentingnya memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat ketika melaksanakan PBL.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai mekanisme kepesertaan mahasiswa, prosedur pelayanan kesehatan berjenjang, pemanfaatan layanan administrasi melalui PANDAWA, hingga berbagai kendala yang sering dihadapi masyarakat ketika mengakses layanan JKN. 

Memasuki sesi kedua, peserta memperoleh materi The Art of Communication Skills yang disampaikan oleh Lia Yusrosa, S.K.M. dari Corporate University BPJS Kesehatan. Materi ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam menyampaikan edukasi kesehatan secara efektif kepada masyarakat. “Komunikasi itu enggak cuma sekadar berbicara, enggak cuma sekadar menyampaikan pesan, tapi juga harus ada skill bagaimana mendengarkan yang baik,” jelas Lia. Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya bergantung pada kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan secara aktif, memilih media komunikasi yang tepat, memahami karakteristik audiens, serta menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat. Mahasiswa juga diperkenalkan pada komponen komunikasi, prinsip membangun kepercayaan, komunikasi asertif, hingga berbagai hambatan komunikasi yang bersifat semantik, psikologis, maupun fisik.

Melalui rangkaian Pembekalan SIGAP JKN ini, FKM UI dan BPJS Kesehatan berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai Program JKN, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan komunikasi yang efektif selama pelaksanaan PBL. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi yang mampu meningkatkan literasi masyarakat mengenai JKN, mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat, serta mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional sebagai salah satu pilar sistem kesehatan di Indonesia.(EAR)