Depok, 3 November 2025 – Sebagai wujud komitmen memperkuat jejaring internasional dalam riset dan pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menerima kunjungan dari Global Communities (GC), organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dunia melalui kemitraan lintas sektor yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FKM UI untuk menegaskan perannya sebagai mitra strategis global dalam pengembangan riset dan intervensi kesehatan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan ibu, bayi, dan gizi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, FKM UI bersama GC dan Yayasan Pembangunan Cita Insan Indonesia (YPCII) mendiskusikan hasil dan arah lanjutan kerja sama riset mengenai program suplementasi multimikronutrien (Multiple Micronutrient Supplementation/MMS) bagi ibu hamil di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang PA 209, Gedung A Lantai 2, Rumpun Ilmu Kesehatan UI, dihadiri oleh pimpinan fakultas, perwakilan lembaga, serta Ketua dan Sekretaris Departemen di lingkungan FKM UI. Dari pihak Global Communities hadir Carrie Hassler Radelet (President and CEO GC), Cara Endyke Doran (Senior Director GC), David Mauer (Partnership Manager GC), serta Agustini Raintung (Direktur YPCII), bersama para donor dan penasihat program internasional.
Dalam sambutannya, Dekan FKM UI, Prof. dr. Mondastri K. Sudaryo, M.S., D.Sc., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dan harapan agar kerja sama ini menghasilkan dampak bermakna bagi masyarakat.
“Pertemuan hari ini amat signifikan bagi kami. Kami ucapkan rasa terima kasih atas kolaborasi ini. Semoga menghasilkan meaningful impact dan membuka impactful collaboration di masa depan,” ujar Prof. Mondastri.
Sementara itu, Carrie Hassler Radelet, President and CEO Global Communities, menekankan pentingnya kemitraan global untuk memperluas akses kesehatan ibu dan anak.
“Kami merupakan organisasi nirlaba dari Amerika Serikat yang berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat di berbagai negara. Saya sangat senang dapat kembali ke UI setelah 30 tahun. Proyek ini sangat spesial bagi saya karena banyak talenta hebat yang terlibat di dalamnya,” ungkapnya.
Dalam presentasinya, Cara Endyke Doran memaparkan profil dan pendekatan strategis Global Communities dalam empat bidang utama, yakni humanitarian assistance, global health, food systems, dan financial inclusion. Ia menekankan bahwa kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta menjadi kunci untuk menciptakan kemajuan nyata di bidang kesehatan global. Saat ini, GC tengah menjalankan proyek MMS di Pandeglang, Banten, sebagai bagian dari upaya peningkatan status gizi ibu hamil dan penurunan angka stunting.
Dari pihak YPCII, Agustini Raintung menjelaskan bahwa Pandeglang dipilih sebagai lokasi proyek karena masih tingginya angka kematian ibu, malnutrisi, dan penolakan terhadap imunisasi. Melalui model continuum of family care, YPCII bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem kesehatan masyarakat, terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dengan mengintegrasikan layanan antenatal, postnatal, dan pengasuhan anak usia dini guna mendukung perkembangan optimal sejak kehamilan.
Selanjutnya, Pusat Penelitian Keluarga Sejahtera (PUSKA) FKM UI yang diwakili oleh Trisari Anggondowati, S.K.M., M.Epid., Ph.D., menyampaikan paparan mengenai studi implementasi MMS bagi ibu hamil di Pandeglang. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas distribusi dan penerimaan suplementasi multimikronutrien serta faktor sosial yang memengaruhi keberhasilan program di tingkat masyarakat.
Dalam sesi diskusi, berbagai perspektif dan pengalaman turut dibagikan. Popy Yuniar, S.K.M., M.M., Ph.D. dari Departemen Biostatistik menyoroti peluang kolaborasi metodologis dalam penelitian pemberdayaan masyarakat, serta membuka kemungkinan penyelenggaraan seminar bersama untuk memperluas dampak pengetahuan. Diskusi juga menyoroti pentingnya pemberdayaan bidan dan tenaga kesehatan lokal untuk mengatasi hambatan perilaku serta memperkuat perubahan pengetahuan dan praktik masyarakat, khususnya bagi ibu hamil di daerah rural.
Prof. Endang L. Achadi menambahkan perspektif tentang pentingnya sinergi dengan program pemerintah, seperti Posyandu, untuk memperkuat intervensi kesehatan ibu dan anak. Para peserta sepakat bahwa meski fokus proyek saat ini pada MMS, isu ini hanyalah satu dari sekian banyak tantangan kesehatan masyarakat yang perlu ditangani melalui kolaborasi multisektor.
Kedua pihak berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain di Indonesia, sejalan dengan semangat FKM UI untuk menjadi mitra global dalam membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya. (wrk)

