FKM UI dan International Medical University Malaysia Bahas Peluang Kerja Sama Strategis dalam Pendidikan dan Riset Kesehatan Masyarakat

Depok, 10 November 2025 — Dalam upaya memperkuat jejaring akademik dan memperluas kolaborasi internasional di bidang kesehatan masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menerima kunjungan dari International Medical University (IMU) Malaysia pada Senin (10/11) di Ruang Rapat B206A. Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat antara kedua institusi, khususnya dalam pengembangan program gizi dan kesehatan masyarakat.

Kunjungan oleh Prof. Geeta Appannah dari IMU Malaysia dan disambut langsung oleh Dekan FKM UI, Prof. dr. Mondastri K. Sudaryo, M.S., D.Sc. Turut hadir Ketua Departemen Gizi FKM UI, dr. Fathimah S. Sigit, M.Res., Ph.D.; Guru Besar Departemen Gizi FKM UI, Prof. Ahmad Syafiq, Ph.D.; Guru Besar Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP), Prof. Hadi Pratomo, perwakilan Subunit Riset dan Pengabdian Masyarakat serta Subunit Kerja Sama, Hubungan Alumni, dan Ventura FKM UI.

Dalam sambutannya, Prof. Mondastri menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam kemitraan antara FKM UI dan IMU Malaysia. “Pertemuan hari ini menjadi kesempatan berharga untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi yang lebih luas, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Kolaborasi ini juga sejalan dengan arah strategis FKM UI dalam pengembangan Program Profesi Nutrisionis, sesuai amanat Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023,” ujar Prof. Mondastri.

Pertemuan ini juga menindaklanjuti kunjungan enam staf Departemen Gizi FKM UI ke IMU Malaysia pada awal November 2025. Melalui forum tersebut, kedua institusi mendiskusikan berbagai bentuk kerja sama potensial, di antaranya program kuliah tamu secara resiprokal, pertukaran mahasiswa dan staf akademik, riset kolaboratif, hingga peluang penunjukan Prof. Geeta Appannah sebagai Adjunct Professor di FKM UI.

Dalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh Prof. Ahmad Syafiq, para peserta menekankan pentingnya mengidentifikasi peluang kolaborasi yang bersifat low-hanging fruit dan dapat segera direalisasikan. Beberapa ide yang mengemuka antara lain penyelenggaraan program pertukaran semester, joint courses, dan kunjungan lapangan berbasis komunitas seperti yang dilakukan dalam program Public Health Study Tour FKM UI bersama ACICIS.

“Selain memperkuat aspek akademik, kita juga perlu menekankan kegiatan berbasis masyarakat seperti kunjungan ke Puskesmas dan Posyandu, serta pelatihan kader kesehatan yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia,” ujar Prof. Syafiq.

Prof. Geeta Appannah menyambut baik rencana kolaborasi ini dan menegaskan kesiapan IMU untuk memperluas kerja sama di bawah payung Memorandum of Understanding (MoU) yang telah terjalin antara IMU dan UI. “Kami melihat banyak potensi untuk kolaborasi di bidang riset dan pendidikan. Melalui kerja sama ini, kita dapat berkontribusi bersama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui gizi dan pendidikan yang lebih baik,” ungkapnya.

Diskusi juga membuka peluang pembentukan konsorsium regional yang melibatkan universitas mitra lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Mahidol University (Thailand) dan SEAMEO. Konsorsium ini diharapkan menjadi platform kolaboratif untuk memperkuat kapasitas riset, mobilitas akademik, dan pengabdian masyarakat lintas negara.

Menutup pertemuan, para peserta sepakat untuk menyusun rencana tindak lanjut dan timeline implementasi kerja sama yang lebih konkret pada kuartal pertama tahun 2026. “Kami berkomitmen untuk mewujudkan kolaborasi yang memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi kedua universitas, tetapi juga bagi pengembangan ilmu kesehatan masyarakat di tingkat regional dan global,” pungkas Prof. Mondastri. (wrk)