FKM UI Dorong Akses Pendidikan Global melalui Pembahasan Kelas Internasional bersama LPDP

Jakarta Pusat, 11 Mei 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan audiensi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Gedung JB Sumarlin, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, untuk membahas potensi peluang kerja sama pembukaan kelas internasional dan pengembangan kolaborasi pendidikan global bagi mahasiswa FKM UI.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Beasiswa LPDP RI, Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D.; Kepala Divisi Kerja sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP RI, Dr. Agam Bayu Suryanto, S.E., M.B.A.; serta jajaran FKM UI, yaitu Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K.; Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc.; serta Manajer Kerja Sama dan Ventura FKM UI, Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M.

Audiensi ini menjadi langkah strategis FKM UI dalam memperluas akses pendidikan internasional sekaligus membuka peluang pengembangan program kolaborasi akademik bersama perguruan tinggi luar negeri. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak membahas berbagai skema pendidikan internasional, mulai dari single degree, joint degree, hingga double degree, beserta ketentuan dan dukungan pembiayaan yang dapat difasilitasi melalui LPDP.

FKM UI juga menyampaikan rencana pengembangan kelas internasional untuk beberapa program studi, khususnya Program Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Program Sarjana Gizi, Program Magister K3 dan Magister Kajian Administrasi Rumah Sakit (KARS), serta Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM). Pengembangan program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan FKM UI di tingkat internasional.

Salah satu poin utama yang dibahas dalam audiensi adalah peluang pengusulan universitas mitra luar negeri yang belum terdaftar dalam skema kerja sama LPDP. Menanggapi hal tersebut, Direktur Beasiswa LPDP RI, Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D., menjelaskan bahwa perguruan tinggi mitra tetap dapat diajukan selama memenuhi ketentuan yang berlaku dan memiliki dampak positif terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Apabila UI memiliki kerja sama dengan universitas luar negeri yang belum masuk ke dalam daftar kerja sama LPDP, kampus tersebut tetap dapat diajukan selama kerja sama tersebut mampu menciptakan dampak yang baik dan sesuai dengan kriteria LPDP,” jelas Dwi Larso.

Selain membahas peluang kerja sama internasional, diskusi juga menyoroti tingginya minat mahasiswa terhadap informasi beasiswa LPDP, khususnya menjelang pembukaan SIMAK UI gelombang kedua untuk Program Pascasarjana. Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa FKM UI berencana melibatkan LPDP dalam kegiatan sosialisasi akademik dan beasiswa di lingkungan kampus.

“Saat sosialisasi jalur masuk SIMAK UI untuk Program Pascasarjana, banyak pertanyaan yang diajukan terkait beasiswa, khususnya LPDP. Oleh karena itu, FKM UI mengundang perwakilan LPDP untuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut,” ujar Prof. Indri.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pembahasan mengenai penguatan akses pendidikan global, pengembangan kelas internasional, hingga peluang kolaborasi pembiayaan pendidikan melalui LPDP. Melalui audiensi ini, FKM UI berharap mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pengalaman belajar internasional sekaligus memperkuat jejaring akademik global di bidang kesehatan masyarakat. (SHF)