FKM UI Gandeng Kyushu University dan Dinkes Kota Depok Gelar Joint Supervision: Perkuat Riset Lingkungan Permukiman dan Stunting Berbasis Data Surveilans

Depok, 14 Agustus 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mempertegas komitmennya sebagai lembaga perguruan tinggi yang unggul dan berdampak nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan joint supervision riset kolaboratif yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 di Kampus FKM UI, Depok. Kegiatan joint research dan joint publication ini didukung oleh hibah joint supervision dari Direktorat Riset dan Pengembangan (Dirpen) UI. Agenda riset tingkat internasional ini melibatkan kerja sama lintas sektor yang menghadirkan pakar dari Kyushu University, Jepang, serta tim peneliti dan pemangku kebijakan dari Dinas Kesehatan Kota Depok

Kegiatan kolaboratif ini dipimpin langsung oleh Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., bersama pakar kesehatan lingkungan internasional dari Kyushu University, Dr. Aya Hagishima. Dr. Hagishima merupakan ahli di bidang klimatologi perkotaan (urban climatology), rekayasa angin (wind engineering), serta fisika bangunan (building physics), dan tercatat memiliki h-index 45 di Google Scholar serta h-index 37 di Scopus.

Rangkaian diskusi ilmiah ini juga didukung oleh jajaran pejabat dan praktisi teknis Dinas Kesehatan Kota Depok yang terdiri dari Yuniar Ramadhani, S.Gz., dr. Zakiah, M.K.M., Yulia Fitria Ningrum, S.K.M., M.K.M., dan dr. Mutmainah Indriyati, M.K.M., serta didampingi oleh peneliti senior FKM UI dr. Fathimah Sulistyowati Sigit, M.Res., Ph.D.

Pertemuan intensif selama tiga hari tersebut difokuskan pada pembahasan dan finalisasi dua manuskrip riset kolaboratif (joint research) strategis yang memanfaatkan data surveilans rutin kesehatan lingkungan dan balita milik Pemerintah Kota Depok. Fokus penelitian pertama mengangkat analisis kualitas lingkungan fisik perumahan melalui pengkajian variabel suhu ruangan, kelembapan, konsentrasi partikulat udara seperti PM2.5 dan PM10, serta indikator ventilasi. Riset ini dikaitkan dengan evaluasi kualitas air minum dan sarana sanitasi (WASH), termasuk analisis cemaran E. coli yang dipetakan berbasis wilayah administrasi kelurahan dan wilayah kerja Puskesmas.

Sementara itu, fokus penelitian kedua mengkaji dinamika longitudinal penanganan stunting pada balita di Kota Depok dalam rentang waktu 2023 hingga 2025. Melalui penelusuran data berulang, tim peneliti menganalisis tingkat persistensi balita dalam daftar stunting, pola pemulihan atau kelulusan balita dari status stunting (probable recovery), transisi tingkat keparahan pertumbuhan balita, serta pengaruh status ekonomi keluarga, khususnya perbandingan antara keluarga berpenghasilan rendah dengan keluarga nonskenario kemiskinan di area perkotaan.

Kerja sama kolaboratif ini menjawab kebutuhan vital dalam dunia kesehatan masyarakat, yaitu mentransformasikan data administratif dan surveilans rutin pemerintah daerah—seperti dataset SKUDR dan SKAMRT—menjadi dasar analisis ilmiah yang mendalam dan kredibel. Dalam riset lingkungan fisik, penggabungan data mikroiklim indoor dan iklim outdoor jam-jaman memungkinkan pemetaan wilayah yang rentan terhadap stres termal dan krisis kualitas air. Pendekatan ini memberikan landasan berbasis data bagi Pemkot Depok untuk merancang intervensi pemukiman sehat secara presisi.

Pada sektor penanganan stunting, penggunaan metode longitudinal terhadap data Name and Address (BNBA) membuka pemahaman baru mengenai karakteristik anak stunting di kawasan perkotaan dengan prevalensi relatif rendah, seperti di Kota Depok. Hasil analisis ini penting untuk mengevaluasi apakah program pendampingan stunting cukup mengandalkan pendekatan kemiskinan atau harus dikombinasikan dengan pemantauan riwayat kesehatan anak serta pola pengasuhan secara lebih menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa FKM UI senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan riset berbasis bukti yang tidak hanya unggul secara akademis di tingkat global, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kemitraan erat dengan Kyushu University dan Dinas Kesehatan Kota Depok membuktikan bahwa sains, kebijakan publik, dan data pemerintah daerah dapat menyatu untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks.

Kegiatan joint supervision ini menegaskan peran FKM UI dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada reputasi internasional dan dampak publik. Bersama Kyushu University, FKM UI menerapkan metodologi mutakhir untuk mengolah data geospasial dan menganalisis secara longitudinal guna menghasilkan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) bagi Dinkes Kota Depok dalam penanganan perumahan sehat, air bersih, dan stunting. Model repurposing data daerah ini berpotensi direplikasi secara nasional, dan kegiatan ditutup dengan komitmen penyusunan publikasi internasional berkelanjutan. (dpw)