Depok, 20 Agustus 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyelenggarakan pelatihan Universal Design for Learning (UDL) bagi dosen FKM UI pada 19–20 Agustus 2026. Pelatihan dilaksanakan secara hybrid di Ruang Guru Besar FKM UI dengan mengangkat tema “Mewujudkan Kelas Inklusif Berbasis Universal Design for Learning.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Riset Teacher and Student Effectiveness, Fakultas Psikologi dan FKM UI. Hadir sebagai fasilitator adalah Prof. Dr. Frieda M. Mangunsong, M.Ed., Psikolog dan Prof. Farida Kurniawati, M.Sp.Ed., Ph.D., Psikolog serta Anisa Rahmadani, M.Si. sebagai Co-Fasilitator.
Pelatihan ini menjadi ruang bagi para dosen untuk memahami pentingnya pembelajaran inklusif dengan melihat mahasiswa sebagai individu yang memiliki keberagaman kemampuan, kebutuhan, pengalaman, latar belakang, serta kondisi sosial dan emosional. Dalam materi sesi pertama, peserta diajak memahami bahwa disabilitas bukan semata-mata persoalan keterbatasan individu, tetapi juga berkaitan dengan hambatan yang muncul dari lingkungan maupun sikap masyarakat yang dapat menghalangi partisipasi secara penuh dan setara.
Pemahaman tersebut diperluas dengan pembahasan mengenai keberagaman disabilitas, termasuk disabilitas sensorik, fisik atau motorik, intelektual, mental, serta disabilitas tak tampak (hidden disability). Peserta juga diperkenalkan pada kondisi yang dapat memengaruhi pengalaman belajar mahasiswa, seperti gangguan kecemasan, depresi, ADHD, autisme, dan gangguan belajar. Materi menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman agar mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam tidak menghadapi stigma maupun hambatan dalam memperoleh dukungan di lingkungan pendidikan.
Salah satu fokus sesi adalah bagaimana dosen dapat mengenali tanda-tanda mahasiswa yang mengalami kecemasan dan menciptakan lingkungan kelas yang aman dan suportif. Dosen didorong untuk memberikan struktur dan instruksi yang jelas, membangun hubungan yang aman, tidak memaksa mahasiswa untuk tampil ketika belum siap, serta menyediakan alternatif cara berpartisipasi. Apabila kondisi mahasiswa membutuhkan penanganan lebih lanjut, pendidik juga diarahkan untuk bekerja sama dengan tenaga profesional.
Materi kemudian menghubungkan pemahaman mengenai keberagaman peserta didik dengan penerapan UDL dalam pembelajaran. UDL menempatkan hambatan pada lingkungan belajar sebagai sesuatu yang perlu diidentifikasi dan diminimalkan. Kerangka ini membantu dosen merancang pembelajaran yang menyediakan berbagai cara untuk engagement, representation, serta action and expression, sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk terlibat, mengakses informasi, dan menunjukkan pemahamannya.
Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada pendekatan “Plus One”, yaitu langkah sederhana dengan menambahkan satu pilihan atau alternatif dalam pembelajaran untuk mengurangi potensi hambatan. Misalnya, selain memberikan bacaan panjang, dosen dapat menyediakan video penjelasan mengenai materi yang sama. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inklusif dapat dimulai dari perubahan kecil yang realistis, tetapi memberikan akses belajar yang lebih luas bagi mahasiswa.
Melalui pelatihan ini, dosen FKM UI diharapkan semakin mampu mengenali keberagaman mahasiswa dan menerjemahkannya ke dalam desain pembelajaran yang lebih fleksibel, aksesibel, dan inklusif. UDL tidak hanya menjadi pendekatan untuk mendukung mahasiswa dengan disabilitas, tetapi juga menjadi kerangka bagi dosen dalam menciptakan pengalaman belajar yang memungkinkan setiap mahasiswa berkembang sesuai kekuatan, kebutuhan, dan potensinya.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, FKM UI terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi dan mencapai tujuan pembelajaran. (wrk)

