FKM UI Gelar Rapat Persiapan Pembukaan Kelas Kerja Sama Magister K3 dengan PUSPINEBT-ICMI

Depok, 2 April 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) melalui Program Studi Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menyelenggarakan rapat persiapan pembukaan kelas kerja sama dengan PUSPINEBT-ICMI (Pusat Pengembangan Inovasi Nuklir dan Energi Baru Terbarukan – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (2/4) di Ruang B206A FKM UI. 

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan PUSPINEBT-ICMI, Manajer Kerja Sama dan Ventura FKM UI, Ketua dan Sekretaris Departemen K3, serta Ketua Program Studi Magister K3. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mematangkan rencana pembukaan kelas khusus yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi anggota PUSPINEBT-ICMI di bidang K3, khususnya terkait sektor nuklir dan energi baru terbarukan.

Kerja sama antara Magister K3 FKM UI dan PUSPINEBT-ICMI sejatinya telah terjalin melalui berbagai diskusi dan kolaborasi sebelumnya. Sejumlah alumni Magister K3, seperti Dr. Mufti Wirawan dan Dr. Capt. Irwansyah, diketahui aktif bergabung dalam organisasi ICMI, sehingga turut memperkuat jejaring kolaborasi antara kedua pihak. Selain itu, kegiatan akademik seperti kuliah umum terkait nuklir juga telah diselenggarakan dengan menghadirkan akademisi dan praktisi dari FKM UI dan PUSPINEBT-ICMI.

Melalui rangkaian diskusi yang berkelanjutan, muncul kesadaran akan pentingnya penguatan kompetensi K3 di kalangan anggota PUSPINEBT-ICMI, terutama dalam menghadapi potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Kebutuhan akan tenaga ahli K3 nuklir menjadi semakin relevan, mengingat aspek keselamatan merupakan prioritas utama dalam pengelolaan teknologi nuklir.

Dalam pertemuan ini juga disampaikan bahwa pendidikan K3 yang komprehensif dan terstruktur saat ini tersedia di FKM UI. Hal ini menjadi salah satu alasan utama PUSPINEBT-ICMI menjalin kerja sama dengan FKM UI. Pengalaman kunjungan ke fasilitas reaktor nuklir di Indonesia turut memperkuat urgensi tersebut, di mana masih ditemukan praktik yang belum memenuhi standar keselamatan optimal, seperti penggunaan telepon genggam di area tertentu.

Departemen K3 FKM UI menyambut baik inisiatif PUSPINEBT-ICMI dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia demi mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berorientasi keselamatan. Dalam rapat ini, Ketua Departemen K3 FKM UI, drg. Baiduri Widanarko, M.K.K.K., Ph.D. turut memaparkan profil program studi, kurikulum, metode pembelajaran, serta mekanisme seleksi dan pendaftaran mahasiswa melalui jalur SIMAK UI.

Direncanakan proses seleksi mahasiswa untuk kelas kerja sama ini akan dilaksanakan pada SIMAK UI gelombang kedua yang berlangsung pada Mei hingga Juni 2026. Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang bagi para ahli dari PUSPINEBT-ICMI untuk berkontribusi sebagai dosen tamu, khususnya dalam pengajaran topik K3 nuklir.

Melalui sinergi ini, FKM UI berharap dapat berkontribusi dalam mencetak tenaga ahli K3 yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di sektor energi masa depan, sekaligus mendukung terwujudnya budaya keselamatan yang kuat di Indonesia. (wrk)