FKM UI Gelar Sidang Terbuka Promosi Doktor, Narwoko Kembangkan Model Ketahanan Keselamatan Organisasi untuk Industri Migas

Depok, 11 Juli 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Sabtu (11/7) di Ruang Promosi Doktor FKM UI. Dalam sidang tersebut, Narwoko berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Komprehensif Organizational Safety Resilience di Industri Migas”, yang menawarkan model baru untuk memperkuat ketahanan keselamatan organisasi melalui integrasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta budaya keselamatan (safety culture).

Sidang promosi dipimpin oleh Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., dengan tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. dr. Zulkifli Djunaidi, M.App.Sc. selaku promotor, didampingi Prof. Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D. dan Dr. Widura Imam Mustopo, M.Si. sebagai ko-promotor. Tim penguji diketuai oleh Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D., dengan anggota Dr. Mufti Wirawan, S.Psi., M.K.K.K.; Dr. Hendra, M.K.K.K.; Dr. Dadan Erwandi, S.Psi., M.Si.; Dr. Mirza Mahendra, S.T., M.T., M.M., serta Dr. Ir. Waluyo, M.M.

Dalam disertasinya, Narwoko mengangkat pentingnya organizational safety resilience atau ketahanan keselamatan organisasi sebagai pendekatan yang mampu menjawab tantangan keselamatan pada industri migas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa meskipun industri migas telah menerapkan SMK3 dan memiliki budaya keselamatan yang baik, kecelakaan besar masih dapat terjadi dan mengancam keberlangsungan organisasi. Oleh karena itu, ia mengembangkan model komprehensif yang mengintegrasikan penerapan SMK3 dan budaya K3 untuk memperkuat empat kemampuan utama organisasi, yaitu respond (merespons), monitor (memantau), anticipate (mengantisipasi), dan learn (belajar) dalam menghadapi berbagai potensi gangguan.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan mixed methods dengan melibatkan 246 responden dari empat perusahaan migas di Indonesia yang terdiri atas satu perusahaan nasional dan tiga perusahaan multinasional, serta dilengkapi wawancara dengan personel kunci dan pemeriksaan dokumen perusahaan. Model yang dikembangkan kemudian divalidasi melalui berbagai pengujian psikometrik, termasuk Rasch Model, Exploratory Factor Analysis (EFA), dan Confirmatory Factor Analysis (CFA), sehingga menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur tingkat ketahanan keselamatan organisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang menjadi objek penelitian telah mencapai tingkat organizational safety resilience pada level resilient dan mulai mengarah ke tingkat anti-fragile, dengan aspek anticipate memperoleh skor tertinggi. Di sisi lain, aspek learn dan monitor masih memerlukan penguatan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. Penelitian juga menemukan bahwa penerapan SMK3 telah berada pada tingkat system menuju proaktif dan integratif, sementara budaya K3 telah berkembang dari tingkat dependent menuju independent.

Narwoko juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian, antara lain tingginya ketergantungan terhadap departemen HSE, belum optimalnya keterlibatan pekerja, potensi konflik antara target produksi dan keselamatan kerja, serta perlunya pemanfaatan teknologi yang lebih luas dalam analisis risiko dan pengambilan keputusan. Berdasarkan temuan tersebut, ia merekomendasikan agar model organizational safety resilience dikembangkan lebih lanjut untuk diterapkan pada berbagai sektor industri berisiko tinggi lainnya, seperti pertambangan, petrokimia, dan konstruksi, sehingga mampu memperkuat budaya keselamatan dan meningkatkan ketahanan organisasi secara berkelanjutan.

Melalui disertasi ini, FKM UI kembali menunjukkan kontribusinya dalam menghasilkan inovasi ilmiah yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga memberikan solusi berbasis bukti bagi peningkatan keselamatan operasional dan keberlanjutan industri strategis di Indonesia. (wrk)