FKM UI Gelar Virtual Open House Pascasarjana 2026, Bahas Peluang Studi dan Beasiswa Kesehatan

Depok, 23 Mei 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar kegiatan Virtual Open House Program Pascasarjana pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi berbagai program studi pascasarjana di FKM UI sekaligus membuka wawasan peserta terkait peluang beasiswa pendidikan tinggi di bidang kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan LPDP.

Acara diikuti oleh calon mahasiswa, tenaga kesehatan, akademisi, serta peserta umum yang tertarik melanjutkan studi magister maupun doktoral di bidang kesehatan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, FKM UI memperkenalkan tiga program pascasarjana, yakni Program Studi Magister Epidemiologi, Program Studi Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Program Studi Doktor Epidemiologi.

Selain pemaparan akademik, peserta juga memperoleh informasi mendalam mengenai skema pembiayaan pendidikan melalui beasiswa pemerintah. Narasumber utama dalam sesi ini adalah Danan Rizky Rifani dari Kementerian Kesehatan dan Agam Bayu Suryanto selaku Head of Scholarship, Partnership and Program Development Division LPDP.

Dalam pemaparannya, Danan Rizky Rifani menjelaskan kebijakan bantuan pendanaan pendidikan SDM kesehatan yang diatur melalui Permenkes Nomor 13 Tahun 2025. Program tersebut dirancang untuk mendukung pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Ia menyoroti ketimpangan distribusi tenaga kesehatan antara wilayah barat dan timur Indonesia. Menurutnya, program beasiswa menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan nasional.

“Beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup, bantuan buku, hingga dukungan penelitian,” jelas Danan dalam presentasinya.

Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme pembiayaan dilakukan secara langsung kepada institusi pendidikan, sementara penerima beasiswa mendapatkan dukungan biaya pendukung selama masa studi. Adapun penerima beasiswa diwajibkan memenuhi ketentuan pengabdian sesuai aturan yang berlaku.

Dalam sesi tersebut, Danan memaparkan lima jenis program beasiswa yang saat ini berjalan, di antaranya beasiswa SDM kesehatan, beasiswa afirmasi dokter dan dokter gigi, beasiswa spesialis PPD, hingga program berbasis rumah sakit. Ia menyebutkan bahwa ribuan penerima manfaat telah memperoleh dukungan pendidikan dari program tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Peserta juga aktif mengajukan pertanyaan terkait persyaratan administrasi, rekomendasi instansi, hingga peluang bagi peserta non-ASN. Danan menegaskan bahwa terdapat fleksibilitas tertentu bagi pelamar non-ASN yang belum memiliki institusi tempat bekerja.

Pada sesi berikutnya, Agam Bayu Suryanto memaparkan berbagai peluang beasiswa LPDP sekaligus menjelaskan pembaruan skema seleksi mulai tahun 2026.

Ia menekankan bahwa seluruh proses seleksi LPDP dilakukan secara daring dan gratis. Agam juga mengingatkan peserta agar berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan LPDP.

Dalam paparannya, Agam menyampaikan bahwa LPDP memperkenalkan struktur baru program beasiswa yang mengelompokkan bidang studi ke dalam dua kategori utama, yaitu STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan SHARE (Social, Humanities, Arts, Religion, and Economics). Untuk program di FKM UI, peserta diarahkan memilih kategori STEM dengan fokus industri strategis kesehatan.

Agam menjelaskan bahwa LPDP tetap membuka kesempatan bagi pelamar yang belum memiliki Letter of Acceptance (LoA). Ia juga menjelaskan berbagai skema beasiswa, termasuk program partial scholarship, double degree, hingga afirmasi bagi peserta dari daerah tertinggal.

“Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi,” ujarnya.

Ia turut memaparkan visi pembangunan Indonesia menuju 2045 serta pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan tinggi.

Sementara itu, dalam sesi pemaparan program pascasarjana di FKM UI, perwakilan program studi memaparkan struktur kurikulum, sistem pembelajaran, serta prospek lulusan masing-masing program.

Pada pemaparan informasi Program Studi Magister Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Dr. Hendra, S.K.M., M.K.K.K., selaku Ketua Program Studi, menjelaskan bahwa program S2 K3 dirancang untuk mengembangkan kompetensi manajemen keselamatan dan kesehatan kerja lintas sektor. Perkuliahan pada prodi ini juga dilaksanakan secara fleksibel pada akhir pekan untuk mendukung mahasiswa yang sudah bekerja. Ia juga menginformasikan bahwa pendaftaran program masih dibuka hingga 30 Juni 2026.

Disamping itu, Ketua Program Studi Magister Epidemiologi, Trisari Anggondowati, S.K.M., M.Epid., Ph.D., mempresentasikan Program Magister Epidemiologi yang memiliki tiga peminatan, yaitu Epidemiologi Klinis, Komunitas, dan Epidemiologi Terapan/FETP. Program ini menekankan penguatan riset dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari syarat kelulusan.

Adapun Program Doktor Epidemiologi dipaparkan oleh Dr. dr. Helda, M.Kes. selaku Ketua Program Studi. Program doktoral tersebut menawarkan jalur epidemiologi klinis dan komunitas dengan sistem pembelajaran hibrid untuk memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas sistem kelas karyawan, standar publikasi ilmiah, persyaratan pendaftaran, hingga peluang pengembangan program double degree di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, FKM UI berharap dapat memberikan gambaran komprehensif kepada calon mahasiswa mengenai peluang studi lanjut sekaligus akses pembiayaan pendidikan yang tersedia di bidang kesehatan masyarakat. (wrk)