Depok, 9 April 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali membuka peluang kolaborasi internasional baru. FKM UI melalui Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melakukan penjajakan kerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia yang berfokus pada pengembangan riset di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Ruang Rapat 206 Gedung B FKM UI sebagai bagian dari eksplorasi kolaborasi riset dan penguatan jejaring global.
Pertemuan ini membahas kesepakatan awal terkait Memorandum of Understanding (MoU) serta skema kerja sama yang diarahkan pada hibah riset antara kedua belah pihak. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat penelitian berbasis industri, khususnya dalam aspek K3 yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. Dari pihak Rusia, dihadiri oleh Galitcyn Vladimir, Perwakilan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, didampingi oleh Puspita Atirennu, S.Hum., M.A., dosen Program Studi Rusia FIB UI sebagai penerjemah. Sementara itu, dari pihak FKM UI hadir jajaran pimpinan, antara lain Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., Dekan FKM UI; Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Kemahasiswaan; Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M., Manajer Kerja Sama, Hubungan Alumni, dan Ventura; Prof. Dr. Ir. Sjahrul Meizar Nasri, M.Sc., Guru Besar Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja; drg. Baiduri Widanarko, M.K.K.K., Ph.D., Ketua Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja; dan Dr. Mufti Wirawan, S.Psi., M.K.K.K., Sekretaris Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Dalam sambutannya, Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa kerja sama ini pada awalnya direncanakan akan dikembangkan melalui Departemen Kesehatan Lingkungan. Namun, setelah mempertimbangkan kesesuaian fokus dan potensi pengembangan riset serta kebutuhan industri, kerja sama ini dinilai lebih relevan untuk dilaksanakan melalui Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). “Kami melihat bahwa kolaborasi ini akan lebih optimal jika dikembangkan melalui Departemen K3, mengingat kesesuaian fokus dengan kebutuhan industri dan penguatan aspek keselamatan kerja,” ujar Prof. Indri.
Ketua Departemen K3, drg. Baiduri Widanarko, M.K.K.K., Ph.D., turut menambahkan bahwa skema ini selaras dengan arah pengembangan riset terapan di departemennya. Menurut drg. Baiduri, kolaborasi tersebut merupakan peluang besar untuk memperkokoh peran K3 dalam mendukung sektor industri melalui riset yang aplikatif.
Galitcyn Vladimir selaku perwakilan Rusia, menegaskan bahwa kerja sama yang ditawarkan bersifat akademik dan berbasis institusi pendidikan, bukan kerja sama antar pemerintah. “Ini merupakan kerja sama antara institusi penelitian yang berada di bawah universitas. Kami tidak menawarkan skema government to government, tetapi university to university,” ujar Vladimir.
Menanggapi hal tersebut, Dekan FKM UI menyatakan bahwa kemitraan antaruniversitas justru memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam implementasi. “Kerja sama antaruniversitas tentu lebih aman dan fleksibel untuk dijalankan, terutama dalam konteks riset dan pengembangan akademik,” tambahnya.
Selain menyepakati mekanisme, pertemuan tersebut mempertegas penggunaan istilah dana penelitian (research fund) sebagai pengganti hibah riset guna memenuhi kepatuhan administratif. Di luar aspek teknis, kolaborasi ini bertujuan memacu riset bersama, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas akademik K3 pada level global.
Ketua Departemen K3, drg. Baiduri, M.K.K., Ph.D., menjelaskan bahwa implementasi kerja sama akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penguatan kapasitas sumber daya laboratorium. “Pelaksanaan riset akan berjalan beriringan dengan penguatan tenaga laboratorium untuk memastikan kualitas penelitian yang dihasilkan,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat meresmikan poin-poin tersebut dalam dokumen MoU yang telah disusun. Sinergi pendanaan riset ini diharapkan mampu melahirkan inovasi aplikatif yang memperkuat standar keselamatan dan kesehatan kerja di sektor industri. (EAR)

