FKM UI Jajaki Penguatan Kerja Sama Strategis dengan PTPN I Regional 3 untuk Riset, Magang, dan Inovasi Kesehatan Perkebunan

Depok, 18 Desember 2025 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu kesehatan masyarakat yang responsif terhadap kebutuhan sektor strategis nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan penjajakan dan pembahasan tindak lanjut kerja sama antara FKM UI dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 3 yang diselenggarakan secara daring, Kamis (18/12).

Pertemuan ini dihadiri oleh Dekan FKM UI Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., para ketua dan sekretaris departemen, serta Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dari pihak PTPN I Regional 3 hadir jajaran manajemen, di antaranya Tri Septiono (Region Head) serta Zunhaji (Pengelola Banaran Kopi). Agenda utama pertemuan difokuskan pada penguatan kolaborasi di bidang penelitian, praktik belajar lapangan, magang mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam konteks kesehatan di sektor perkebunan.

Dalam sambutannya, Prof. Indri Hapsari Susilowati menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan sebelumnya, termasuk sosialisasi dan seminar yang membahas isu kesehatan dan keselamatan pekerja perkebunan serta dampak penggunaan pestisida. Prof. Indri menyampaikan harapannya agar kolaborasi ke depan dapat semakin diperluas dan melibatkan berbagai kepakaran di FKM UI.

“FKM UI memiliki tujuh departemen dengan keahlian yang beragam. Kami melihat sektor perkebunan sebagai laboratorium nyata bagi pengembangan riset dan pengabdian masyarakat, mulai dari kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, hingga gizi dan promosi kesehatan. Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat konkret bagi pekerja dan masyarakat sekitar,” ujar Prof. Indri.

Pihak PTPN I Regional 3 menyambut positif inisiatif tersebut. Zunhaji menyampaikan kesiapan PTPN untuk membuka akses dan memfasilitasi kegiatan penelitian serta menerima mahasiswa FKM UI yang berminat melaksanakan magang di unit-unit perkebunan yang dikelola. Menurutnya, dukungan dunia akademik sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan di lapangan.

Sejalan dengan itu, Tri Septiono menekankan bahwa sektor perkebunan menghadapi kompleksitas permasalahan yang memerlukan pendekatan ilmiah dan kolaboratif. Ia memperkenalkan profil PTPN I Regional 3 yang mengelola komoditas utama karet, tebu, teh, dan kopi, dengan 15 unit kebun di wilayah Jawa Tengah, satu unit wisata agro, satu unit produksi dan pemasaran produk hilir, serta satu strategic business unit.

“Industri perkebunan memiliki banyak tantangan, mulai dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja hingga pengelolaan lingkungan. Kami menyambut baik kerja sama dengan FKM UI dan berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan riset yang aplikatif dan solusi yang relevan bagi pengembangan perkebunan yang berkelanjutan,” ungkap Tri Septiono.

Diskusi yang berlangsung juga mengarah pada potensi kolaborasi lintas disiplin. Dr. Zakianis, S.K.M., M.K.M., Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan, menyoroti isu pengelolaan sampah dan limbah perkebunan yang berdekatan dengan kawasan permukiman sebagai peluang riset dan intervensi kesehatan lingkungan. Dari aspek gizi, Sekretaris Departemen Gizi FKM UI, Nurul Dina Rahmawati, S.Gz., M.Sc., mengangkat pentingnya kajian status gizi pekerja perkebunan. Sementara itu, Dr. Hendra, S.K.M., M.K.K.K., Sekretaris Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja FKM UI, menekankan bahwa kajian K3 mahasiswa di sektor perkebunan masih relatif terbatas, sehingga membuka ruang besar untuk pengembangan penelitian dan praktik lapangan yang lebih komprehensif.

Selain isu kesehatan kerja dan lingkungan, FKM UI juga tengah mengusulkan pengembangan program inovatif berbasis kesehatan, seperti medical tourism dan retreat lansia di kawasan perkebunan. Prof. Indri menyampaikan bahwa beberapa wilayah perkebunan, seperti kawasan Banaran, memiliki potensi lingkungan yang mendukung pengembangan program promotif dan preventif berbasis alam, sehingga nantinya dapat pula dilibatkan dalam rencana pelaksanaan program tersebut.

Sebagai tindak lanjut konkret, pertemuan ini juga membahas draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FKM UI dan PTPN I Regional 3. Draft PKS tersebut mencakup ruang lingkup pengembangan sumber daya manusia, praktik belajar lapangan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan masyarakat. Kerja sama dirancang bersifat non-eksklusif, saling menguntungkan, serta sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan pengaturan lebih lanjut terkait pelaksanaan program, pembimbingan, pembiayaan, serta perlindungan hak kekayaan intelektual.

Melalui penjajakan kerja sama ini, FKM UI menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang responsif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja di sektor perkebunan. Kolaborasi strategis ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi pekerja, masyarakat sekitar, dan pembangunan kesehatan nasional. (wrk)