Depok, 19 Juni 2026 – Asesmen lapangan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) menjadi ajang bagi Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan Universitas Indonesia untuk menunjukkan berbagai capaian dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola program studi. Kegiatan yang berlangsung pada 17 – 19 Juni 2026 di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI tersebut menghadirkan dua asesor LAM-PTKes, yaitu Dr. Setya Haksama, drg., M.Kes. dan Dr. Nurjazuli, S.K.M., M.Kes.
Asesmen lapangan ini merupakan bagian dari proses evaluasi mutu yang dilakukan LAM-PTKes untuk menilai penyelenggaraan pendidikan, implementasi tridarma perguruan tinggi, sistem penjaminan mutu, tata kelola, serta pengembangan Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan UI. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FKM UI Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K.; Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc.; jajaran pimpinan fakultas, Ketua Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan Dr. Fitri Kurniasari, S.K.M., M.K.K.K., dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra kerja sama yang turut memberikan gambaran mengenai kinerja serta perkembangan program studi.
Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., dalam sambutannya menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan mutu pendidikan yang diselenggarakan Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan keilmuan. “Kami menyambut baik pelaksanaan visitasi ini sebagai kesempatan untuk memperoleh masukan yang konstruktif dalam rangka pengembangan Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan. Berbagai capaian yang telah diraih tentu perlu terus diperkuat agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan kesehatan lingkungan,” ujar Prof. Indri. Lebih lanjut, ia juga memaparkan profil FKM UI yang mencakup perkembangan fakultas, capaian institusi, kerja sama, serta berbagai upaya penguatan mutu yang mendukung penyelenggaraan pendidikan di seluruh program studi.
Mewakili tim asesor, Dr. Setya Haksama menyampaikan pengantar mengenai pelaksanaan visitasi sebagai bagian dari proses evaluasi mutu. “Visitasi tidak hanya bertujuan melakukan verifikasi dokumen, tetapi juga memperoleh gambaran menyeluruh mengenai implementasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di program studi,” ujar Dr. Setya.
Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan oleh Ketua Program Studi, Dr. Fitri Kurniasari, S.K.M., M.K.K.K. Dalam paparannya, Dr. Fitri menjelaskan profil program studi, kurikulum, capaian tridarma perguruan tinggi, sistem penjaminan mutu, kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL), serta pengembangan kerja sama yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Salah satu poin yang mendapat perhatian dalam pemaparan tersebut adalah penguatan kemitraan untuk mendukung kegiatan pembelajaran lapangan dan magang mahasiswa. Program studi terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai sektor, termasuk instansi pemerintah, industri, fasilitas pelayanan kesehatan, serta dunia usaha guna memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam pemaparannya, Dr. Fitri menjelaskan bahwa jumlah mitra yang terlibat terus bertambah dari tahun ke tahun dan turut berkontribusi dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Sesi diskusi berlangsung secara aktif antara tim asesor dengan pimpinan fakultas serta pengelola program studi. Berbagai aspek dibahas dalam sesi tersebut, mulai dari internasionalisasi program studi, keberlanjutan kegiatan pembelajaran lapangan, pengelolaan kemitraan, sistem penjaminan mutu, hingga implementasi Balance Scorecard (BSC) dalam pemantauan capaian indikator kinerja dan tindak lanjut hasil evaluasi. Dr. Setya Haksama menyoroti pentingnya penguatan internasionalisasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kerja sama internasional, tetapi juga kesiapan sistem pendukung bagi mahasiswa dan mitra asing. “Yang penting yang perlu dipertimbangkan bukan hanya sekadar menambah, tetapi bagaimana kita memberikan kepastian, memberikan kemudahan,” ujar Dr. Setya
Selain membahas penguatan kemitraan, program studi juga memaparkan upaya pemetaan dampak kegiatan belajar lapangan mahasiswa terhadap masyarakat dan institusi mitra. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat manfaat yang dihasilkan tidak hanya bagi mahasiswa sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga bagi masyarakat, tenaga kesehatan, kader, puskesmas, dan institusi yang menjadi lokasi praktik mahasiswa.
Melalui visitasi akreditasi ini, Program Studi Sarjana Kesehatan Lingkungan UI memperoleh berbagai masukan yang diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan. Hasil visitasi tersebut akan menjadi bagian dari upaya pengembangan program studi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan lingkungan di tingkat nasional maupun global. (EAR)

