Depok, 21 September 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) memperkuat sinergi bersama Kolegium Bidang Kesehatan dan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dalam pengembangan dan penguatan pendidikan profesi kesehatan melalui Pertemuan Strategis FKM UI, Kolegium Bidang Kesehatan, dan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), di Rumpun Ilmu Kesehatan UI, Depok. Pertemuan strategis ini menjadi forum untuk membangun kesepahaman dan menyelaraskan aspek akademik, standar kompetensi, serta regulasi dalam pengembangan pendidikan profesi di FKM UI. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FKM UI dalam mempersiapkan pendirian tiga program studi profesi, yaitu Profesi Kesehatan Masyarakat, Profesi Nutrisionis, dan Profesi Kesehatan Lingkungan.
Dokter Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D, dari Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) menyampaikan bahwa pengembangan pendidikan profesi membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, Kolegium, KKI, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pendidikan profesi memiliki keterkaitan yang kuat dengan sistem kesehatan nasional serta mendukung peningkatan mutu dan kompetensi tenaga kesehatan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, FKM UI akan menyampaikan surat kepada Kolegium untuk menjalin kerja sama terkait pengembangan pendidikan profesi. Kerja sama ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat koordinasi antara FKM UI dan Kolegium dalam mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan profesi.
“FKM UI akan bersurat kepada Kolegium untuk menjalin kerja sama terkait pendidikan profesi ini. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan pengembangan pendidikan profesi di FKM UI,” ujar dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D
Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan profesi, mulai dari profil lulusan, standar kompetensi, kurikulum, wahana pendidikan, hingga sistem asesmen. Selain itu, dibahas pula keterkaitan pendidikan profesi dengan sertifikasi kompetensi, registrasi tenaga kesehatan, serta pembinaan keprofesian. Dalam sesi pertemuan, KKI memberikan pandangan mengenai kebijakan tata kelola dan registrasi sumber daya manusia kesehatan. Sementara itu, Kolegium memberikan perspektif mengenai standar disiplin ilmu dan pendidikan profesi. FKM UI selanjutnya memaparkan rencana pengembangan tiga program studi profesi yang menjadi bagian dari agenda penguatan pendidikan profesi di lingkungan FKM UI.
Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui diskusi strategis tripartit antara FKM UI, Kolegium, dan KKI. Diskusi mencakup tujuh area utama, yaitu regulasi dan tata kelola, standar kompetensi, kurikulum dan proses pembelajaran, wahana pendidikan, sistem asesmen, sertifikasi dan registrasi, serta penjaminan mutu dan kerja sama. Pada aspek kurikulum dan proses pembelajaran, pembahasan diarahkan pada integrasi pembelajaran berbasis teori dengan case-based dan experiential learning, serta penguatan pendidikan interprofesional. Sementara itu, pada aspek wahana pendidikan, dibahas pula kriteria fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga pemerintah, jejaring komunitas, serta peran preseptor atau pembimbing dalam proses pendidikan profesi.
Aspek asesmen juga menjadi bagian penting dalam diskusi, khususnya terkait keseimbangan asesmen formatif dan sumatif, asesmen berbasis tempat kerja, serta portofolio. Di sisi lain, keterkaitan antara kelulusan pendidikan profesi dengan uji kompetensi atau sertifikasi, registrasi tenaga kesehatan (STR), serta pembinaan teknis turut menjadi perhatian dalam penyelarasan sistem pendidikan dan keprofesian.
Pada akhir pertemuan, Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan sejumlah tindak lanjut konkret, antara lain berita acara dan kesepakatan bersama mengenai dukungan terhadap pendirian tiga program studi profesi FKM UI, pembentukan working group yang melibatkan FKM UI, Kolegium, dan KKI, serta penyusunan matriks kerja sama dan roadmap pengembangan program studi.
“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan sejumlah tindak lanjut konkret, antara lain berita acara dan kesepakatan bersama mengenai dukungan terhadap pendirian tiga program studi profesi FKM UI, pembentukan working group yang melibatkan FKM UI, Kolegium, dan KKI, serta penyusunan matriks kerja sama dan roadmap pengembangan program studi. Kami berharap proses ini dapat terus ditindaklanjuti sehingga program pendidikan profesi ini dapat mulai diresmikan pada tahun depan,” ujar Prof. Indri.
Melalui pembentukan working group, setiap program studi diharapkan memiliki tim teknis kolaboratif yang dapat menindaklanjuti masukan terkait kurikulum, kompetensi, wahana pendidikan, serta mekanisme penjaminan mutu. Kesepakatan tersebut juga menjadi dasar untuk menyusun pembagian peran, skema kerja sama, serta tahapan waktu pengembangan pendidikan profesi di FKM UI. Sinergi FKM UI, Kolegium, dan KKI menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan profesi kesehatan yang bermutu, berbasis kompetensi, dan selaras dengan kebutuhan sistem kesehatan nasional. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, pengembangan pendidikan profesi di FKM UI diharapkan dapat mendukung lahirnya tenaga kesehatan yang berkualitas, terdaftar, profesional, dan siap berkontribusi dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. (hnf)

