FKM UI Kukuhkan Doktor Baru dengan Inovasi Model Integrasi Midwife Opinion Leader dan Supervisi Fasilitatif untuk Penguatan Layanan KIA

Depok, 18 Desember 2025 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali menegaskan perannya sebagai institusi akademik rujukan nasional dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat pada 18 Desember 2025. Sidang ini menjadi wadah lahirnya gagasan ilmiah yang relevan dengan tantangan strategis kesehatan nasional, khususnya upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta penguatan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA).

Pada sidang yang diselenggarakan secara hybrid di Ruang Promosi Doktor Gedung G FKM UI, Ruwayda secara resmi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Model Integrasi Midwife Opinion Leader (MOL) dan Supervisi Fasilitatif terhadap Kinerja Bidan serta Dampaknya pada Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Provinsi Jambi Tahun 2025”. Sidang promosi ini dipimpin oleh Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., dengan didampingi Prof. Dr. Drs. Sutanto Priyo Hastono, M.Kes., sebagai Promotor, serta Prof. dr. Kemal Nazaruddin Siregar, S.K.M., M.A., Ph.D., dan Prof. Dr. Dra. Evi Marta, M. Kes., sebagai Ko-promotor serta Penguji yang terdiri dari para pakar kesehatan masyarakat dan kebidanan yaitu Dr. Dra. Rita Damayanti, MSPH.; Prof. dr. Anhari Achadi, S.K.M., Sc.D.; Dr. Ade Jubaedah, S.Keb., Bdn., M.M., M.K.M.; Dr. Muldiasman, S.K.M., M.K.M., dan dr. Dwi Tyastuti, M.P.H., Ph.D.

Penelitian Ruwayda dilatarbelakangi oleh masih rendahnya capaian supervisi fasilitatif bidan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi, meskipun regulasi, pedoman, dan standar operasional pelayanan kebidanan telah tersedia secara nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kinerja bidan dan capaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) KIA, seperti kunjungan ibu hamil keempat (K4), pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, kunjungan nifas, neonatus, bayi, dan balita.

Melalui disertasinya, Ruwayda mengembangkan sebuah model inovatif berupa integrasi Midwife Opinion Leader (MOL) dengan supervisi fasilitatif. Model ini menempatkan bidan koordinator sebagai figur pemimpin opini yang berperan aktif dalam coaching, komunikasi intensif, serta penguatan motivasi dan kompetensi bidan desa. Pendekatan supervisi tidak lagi bersifat administratif semata, tetapi berfokus pada pendampingan langsung di lapangan berbasis kepemimpinan dan nilai profesionalisme.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model integrasi MOL dan supervisi fasilitatif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja bidan. Peningkatan tersebut tercermin pada kualitas pelayanan kebidanan, pemeriksaan kehamilan, asuhan persalinan, perawatan nifas, hingga pelayanan bayi baru lahir, yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya cakupan pelayanan KIA di wilayah intervensi. Inovasi ini juga dinilai mampu meningkatkan motivasi dan kapasitas bidan melalui praktik coaching yang aplikatif dan kontekstual.

Promotor penelitian, Prof. Dr. Drs. Sutanto Priyo Hastono, M.Kes., menegaskan bahwa riset ini memberikan kontribusi penting dalam penguatan kualitas supervisi bidan koordinator KIA di puskesmas. Tim penguji menilai kebaruan penelitian terletak pada integrasi aspek kepemimpinan dan coaching dalam supervisi kebidanan, yang sejalan dengan arah transformasi layanan kesehatan, khususnya penguatan layanan kesehatan primer pada klaster kesehatan ibu dan anak.

Nantinya, model yang dikembangkan dalam penelitian ini direncanakan untuk dikembangkan dalam bentuk aplikasi digital serta didukung dengan advokasi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, dan pendanaan riset agar dapat diimplementasikan secara lebih luas.

Atas keberhasilannya mempertahankan disertasi, Ruwayda dinyatakan lulus dan meraih gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan predikat cum laude, sekaligus menambah daftar lulusan doktor FKM UI yang berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional. Doktor Ruwayda adalah lulusan S3 IKM tahun 2025 ke-30, lulusan S3 IKM ke-369 dan lulusan S3 secara keseluruhan di FKM ke-484. (EAR)