FKM UI Kukuhkan Doktor Kesehatan Masyarakat dengan Kajian Value-Based Healthcare pada Pelayanan Katarak Era JKN

Depok, 29 Desember 2025 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali memperkuat kontribusinya dalam pengembangan kebijakan dan sistem kesehatan nasional melalui sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat atas nama Zulkarnain Abubakar. Dalam sidang tersebut, promovendus berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Value-Based Healthcare Pelayanan Katarak dengan Prosedur Fakoemulsifikasi pada Pasien Jaminan Kesehatan Nasional; Studi Kasus Dua Rumah Sakit Mata di Indonesia.”

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya beban penyakit katarak sebagai penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan yang dapat dicegah, serta meningkatnya kebutuhan pelayanan katarak di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di tengah keterbatasan pembiayaan kesehatan, pendekatan Value-Based Healthcare (VBHC) menjadi penting untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada volume layanan, tetapi juga pada nilai (value) yang dihasilkan, yakni capaian luaran kesehatan yang optimal dengan biaya yang efisien. Melalui penelitian ini, promovendus menyoroti perlunya pengukuran value secara komprehensif pada pelayanan katarak dengan prosedur fakoemulsifikasi yang merupakan standar emas penanganan katarak saat ini.

Penelitian dilakukan dengan desain kohort retrospektif pada 184 pasien JKN di dua rumah sakit mata di Indonesia. Analisis dilakukan terhadap luaran klinis pascaoperasi, kualitas hidup pasien, serta biaya pelayanan menggunakan pendekatan Time-Driven Activity-Based Costing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua rumah sakit mencapai luaran klinis yang sangat baik, dengan ketajaman penglihatan pascaoperasi ≥6/18 mencapai lebih dari 93 persen, serta skor kualitas hidup yang tinggi dan melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Studi ini juga menemukan korelasi negatif yang signifikan antara luaran kesehatan dan biaya, yang menunjukkan bahwa semakin baik hasil klinis pasien, semakin efisien biaya pelayanan yang dikeluarkan. Selain itu, penerapan Integrated Care Pathway (ICP) yang lebih konsisten terbukti berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan katarak.

Temuan disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan mata di Indonesia, khususnya dalam perumusan paket pembayaran berbasis value pada sistem JKN.

Sidang terbuka dipimpin oleh Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K.,Ph.D., dengan tim penguji yang terdiri dari Prof. dr. Purnawan Junadi, M.P.H., Ph.D.; Prof. Dr. drg. Mardiati Nadjib, M.S.; Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K); Prof. Asnawi Abdullah, S.K.M., MHSM., M.Sc., Ph.D.; dan Dr. dr. Mahlil Ruby, M.Kes. Promotor adalah Prof. dr. Amal Chalik Sjaaf, SKM, Dr.PH., serta Ko-promotor adalah Prof. dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Sp,M(K), Ph.D.

Berdasarkan hasil disertasinya tersebut, Zulkarnain berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Zulkarnain adalah lulusan S3 FKM UI tahun 2025 yang ke-32, lulusan S3 IKM yang ke-371 dan lulusan S3 di FKM UI yang ke-487.

Melalui promosi doktor ini, FKM UI kembali menegaskan perannya sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu kesehatan masyarakat yang mampu menjawab tantangan sistem kesehatan melalui riset berbasis bukti dan pendekatan inovatif. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen FKM UI dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional menuju layanan yang lebih bermutu, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (wrk)