Depok, 26 Juni 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali meluluskan doktor baru melalui sidang terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Epidemiologi. Pada kesempatan tersebut, Novia Indriani Sudharma berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Intervensi dengan Menggunakan Mobile Health yang Memuat 5 Pilar Pengendalian Diabetes terhadap Self-Care Pasien Diabetes (Studi pada Pasien Diabetes yang Berkunjung ke 4 Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan).”
Sidang promosi yang diselenggarakan di FKM UI ini dipimpin oleh Dr. dr. Helda, M.Kes. selaku Ketua Penguji. Bertindak sebagai promotor adalah Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc., dengan ko-promotor Prof. Dr. dr. Sudarto Ronoatmodjo, S.K.M., M.Sc. dan Prof. Dr. dra. Evi Martha, M.Kes. Dewan penguji juga terdiri atas Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc.; Prof. Dr. dr. Ratna Djuwita, M.P.H.; Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD.; Dr. PH. dr. Soewarta Kosen, M.P.H.; serta Prof. Dr. Dra. Woro Riyadina, M.Kes.
Dalam disertasinya, Novia mengangkat isu diabetes melitus yang terus mengalami peningkatan prevalensi baik di tingkat global maupun nasional. Kondisi tersebut menuntut penguatan perilaku self-care pasien sebagai bagian penting dalam pengendalian penyakit, meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, pemantauan kadar gula darah, serta perawatan kaki. Penelitian ini menawarkan pendekatan inovatif melalui pemanfaatan mobile health (m-health) yang mengintegrasikan kelima pilar pengendalian diabetes dengan kerangka PRECEDE-PROCEED Model sebagai dasar promosi kesehatan.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap menggunakan pendekatan explanatory sequential mixed method yang melibatkan 286 pasien diabetes pada tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan penelitian pragmatic quasi experimental terhadap 39 pasien kelompok intervensi dan 44 pasien kelompok kontrol. Kelompok intervensi memperoleh pelatihan sekaligus menggunakan aplikasi Klikdiabetes selama dua bulan sebagai media pendamping dalam menjalankan aktivitas self-care.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Klikdiabetes secara signifikan meningkatkan perilaku self-care, khususnya pada aspek pemantauan gula darah dan perawatan kaki. Setelah dikontrol terhadap berbagai variabel kovariat, kelompok intervensi mengalami peningkatan skor pemeriksaan gula darah sebesar 0,803 poin dan skor perawatan kaki sebesar 1,296 poin dibandingkan kelompok kontrol. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu memperkuat kepatuhan pasien dalam menjalankan pengelolaan diabetes secara mandiri.
Selain membuktikan efektivitas aplikasi berbasis mobile health, penelitian ini juga menghasilkan kebaruan (novelty) berupa pengembangan model edukasi diabetes yang mengintegrasikan lima pilar pengendalian diabetes dengan pendekatan PRECEDE-PROCEED. Model tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pengendalian penyakit tidak menular berbasis teknologi digital, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.
Temuan penelitian ini memiliki relevansi strategis bagi penguatan transformasi layanan kesehatan digital di Indonesia. Implementasi aplikasi Klikdiabetes tidak hanya mendukung edukasi pasien secara berkelanjutan, tetapi juga berpotensi meningkatkan efektivitas pemantauan perilaku kesehatan, memperkuat keterlibatan pasien dalam pengelolaan penyakit kronis, serta mendukung pencapaian layanan kesehatan primer yang lebih promotif dan preventif.
Melalui promosi doktor ini, FKM UI kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan penelitian yang mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat melalui inovasi berbasis bukti (evidence-based innovation). Kontribusi akademik yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus memperkuat peran FKM UI sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. (promovendus)

