FKM UI Matangkan Pengembangan Program Studi Profesi Kesehatan Lingkungan untuk Menyiapkan Tenaga Profesional yang Adaptif dan Berdaya Saing

Depok, 25 Juni 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengambil langkah strategis dalam memperkuat peran Kesehatan Lingkungan dalam sistem kesehatan nasional melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Program Studi Profesi Kesehatan Lingkungan pada 25–26 Juni 2026 yang dilaksanakan secara hybrid di Kampus FKM UI. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mematangkan kurikulum dan arah pengembangan pendidikan profesi Kesehatan Lingkungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi sektor kesehatan di Indonesia.

Workshop yang melibatkan pakar kesehatan lingkungan, akademisi, pemangku kepentingan profesi, serta perwakilan regulator ini merupakan bagian dari komitmen FKM UI dalam menyiapkan tenaga profesional kesehatan lingkungan yang memiliki kompetensi terstandar, mampu beradaptasi terhadap tantangan kesehatan masa depan, dan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Dekan FKM UI, Prof. Besral, S.K.M., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa transformasi pendidikan kesehatan harus diikuti dengan penguatan sistem pendidikan profesi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan siap menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks.

“Program profesi Kesehatan Lingkungan harus mampu menciptakan tenaga profesional yang adaptif, berbasis ilmiah, dan memiliki kemampuan mengambil keputusan profesional dalam berbagai situasi kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan standar profesi yang jelas dan terukur serta kurikulum yang memberikan pengalaman belajar autentik melalui praktik lapangan dan jejaring kemitraan yang kuat,” ujar Prof. Besral.

Lebih lanjut, Prof. Besral menekankan bahwa pengembangan program profesi ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem tenaga kesehatan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, seluruh proses pendidikan harus memenuhi standar mutu yang mampu menjamin kompetensi lulusan dan relevansinya terhadap kebutuhan dunia kerja.

Pada sesi pemaparan akademik, Guru Besar Departemen Kesehatan Lingkungan, Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc. menjelaskan latar belakang pentingnya pembentukan profesi Kesehatan Lingkungan sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan Indonesia. Ia menyoroti bahwa kesehatan lingkungan memiliki karakteristik keilmuan yang unik karena mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat melalui pengelolaan faktor-faktor lingkungan yang berisiko terhadap kesehatan.

Sementara itu, Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr. Zakianis, S.K.M., M.K.M., memaparkan rancangan Program Studi Profesi Kesehatan Lingkungan yang sedang dikembangkan. Menurutnya, program profesi ini dirancang untuk memperkuat kompetensi lulusan melalui pendekatan yang mengintegrasikan penguasaan ilmu, keterampilan profesional, serta kemampuan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Dr. Zakianis menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum profesi didasarkan pada pemahaman yang kuat mengenai ontologi dan lingkup keilmuan Kesehatan Lingkungan, serta epistemologi profesi yang menempatkan evidence-based practice sebagai fondasi dalam mewujudkan kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan pendidikan profesi Kesehatan Lingkungan memiliki urgensi yang semakin besar dalam kerangka implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mendorong penguatan tenaga kesehatan profesional sesuai standar kompetensi nasional.

“Profesi Kesehatan Lingkungan memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan saat ini, mulai dari perubahan iklim, kualitas air dan sanitasi, keamanan pangan, hingga pengendalian risiko lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan pendidikan profesi yang mampu menghasilkan tenaga kesehatan lingkungan yang kompeten, profesional, dan diakui dalam sistem kesehatan nasional,” ujar Dr. Zakianis.

Selama dua hari pelaksanaan workshop, peserta membahas berbagai aspek penting pengembangan kurikulum. Proses penyusunan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kurikulum yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan profesi dan perkembangan sektor kesehatan.

Melalui workshop ini, FKM UI kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan masyarakat terkemuka yang aktif berkontribusi dalam pengembangan kebijakan dan pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia. Pengembangan Program Studi Profesi Kesehatan Lingkungan diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghasilkan tenaga profesional yang mampu menjawab tantangan kesehatan lingkungan masa kini dan masa depan, sekaligus memperkuat sistem kesehatan nasional menuju Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan. (wrk)