Depok, 25 Juni 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) terus memperkuat ekosistem pembelajaran yang terhubung dengan dunia industri melalui penyelenggaraan Campus Visit & Seminar bersama PT Novo Nordisk Indonesia bertajuk “Decode the Career Cheat Sheet with Novo Nordisk” pada Kamis, 25 Juni 2026, di Ruang Promosi Doktor, Gedung G FKM UI. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FKM UI dalam membekali mahasiswa dengan wawasan, kompetensi, serta jejaring profesional yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan berskala global.
Sebagai perusahaan layanan kesehatan global yang memimpin inovasi dalam penanganan diabetes serta berbagai penyakit kronis serius lainnya, PT Novo Nordisk Indonesia tidak hanya berkontribusi terhadap penguatan sistem kesehatan nasional, tetapi juga aktif mendukung pengembangan talenta muda Indonesia. Melalui seminar ini, mahasiswa dan alumni Universitas Indonesia memperoleh kesempatan untuk memahami dinamika industri kesehatan global sekaligus mendapatkan strategi praktis dalam merancang perjalanan karier langsung dari para praktisi industri.
Membuka kegiatan tersebut, Manajer Kerja Sama dan Ventura FKM UI, Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan elemen penting dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan global.
“FKM UI terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi dari berbagai sektor. Di tengah dinamika geopolitik dan perubahan lanskap dunia kerja saat ini, kami mengapresiasi langkah cepat PT Novo Nordisk Indonesia yang merealisasikan kolaborasi nyata bersama FKM UI. Semoga kesempatan berharga ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan karier di masa depan,” ujar Dr. Budi.
Melalui sesi utama bertajuk “The Career Playbook Straight from the Insiders”, Simon Sibarani, Lead Communication Manager PT Novo Nordisk Indonesia, mengajak peserta memahami realitas dunia kerja modern sekaligus mengurai berbagai persepsi yang selama ini menjadi kekhawatiran mahasiswa menjelang kelulusan.
Simon menjelaskan bahwa salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah seseorang harus menemukan passion sebelum memasuki dunia kerja. Menurutnya, passion justru berkembang melalui proses eksplorasi, pengalaman, dan pembelajaran yang konsisten.
“Passion bukan sesuatu yang harus ditemukan sebelum lulus, tetapi sesuatu yang tumbuh ketika kita berani mencoba berbagai pengalaman dan memahami bidang yang benar-benar mampu kita kuasai,” jelas Simon.
Ia juga menekankan bahwa perusahaan global saat ini tidak lagi hanya berfokus pada latar belakang akademik atau jabatan pertama seseorang, melainkan lebih menghargai kemampuan belajar yang cepat (learning agility), komunikasi yang efektif, kolaborasi lintas tim, serta kemampuan memecahkan masalah secara adaptif.
Selain sesi pemaparan, peserta mengikuti diskusi interaktif “Talk to Group” yang mengajak mahasiswa merefleksikan kesiapan karier melalui tiga prinsip utama pengembangan diri, yaitu Purpose, Feedback, dan Growth. Ketiga prinsip tersebut mendorong mahasiswa untuk menemukan makna dan dampak sosial dari pekerjaan yang dijalani, membangun keterbukaan terhadap masukan sebagai sarana pengembangan diri, serta menumbuhkan pola pikir untuk terus belajar dan berkembang di tengah perubahan yang dinamis.
Seminar kemudian ditutup melalui sesi “Real Stories of Life at Novo Nordisk” yang menghadirkan dua Corporate Communication Interns, Anastasia dan Fatyarastri. Keduanya berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka selama mengikuti program magang di Novo Nordisk, mulai dari beradaptasi di lingkungan kerja multinasional hingga memperoleh kepercayaan untuk mengambil peran yang lebih besar sebagai mentor bagi peserta magang berikutnya.
Menurut keduanya, budaya kerja di Novo Nordisk memberikan ruang yang setara bagi setiap individu untuk berkembang, menyampaikan ide, dan memberikan kontribusi nyata tanpa memandang posisi.
“Di lingkungan kerja global ini, setiap pemagang diberikan kesempatan yang sama untuk membawa dan mengekspresikan keunikan mereka. Kami didorong untuk terus belajar, berkolaborasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Anastasia dan Fatyarastri.
Melalui kolaborasi ini, FKM UI kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta memperluas jejaring kemitraan strategis bersama industri nasional maupun global. Sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri diharapkan mampu memperkuat kesiapan lulusan FKM UI sebagai profesional kesehatan masyarakat yang adaptif, berdaya saing internasional, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan kesehatan global. (ITM)

