Depok, 11 Juli 2026 – Adanya perbedaan sistem kesehatan Indonesia dan Malaysia membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan riset Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berangkat dari semangat tersebut, Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, S.K.M., M.D.M., Guru Besar sekaligus Ketua Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), bersama tim peneliti lintas institusi mengikuti rangkaian kegiatan kolaborasi yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH) Kuala Lumpur Office bersama Department of Social and Preventive Medicine, Faculty of Medicine, Universiti Malaya, pada 15-19 Juni 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan tersebut meliputi Global Health Symposium, Manuscript Workshop, serta kunjungan akademik ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) untuk menjajaki peluang riset, publikasi ilmiah, dan mobilitas akademik.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian yang didanai melalui skema PUTI Universitas Indonesia bertajuk Determinants of Enrollment Behavior in Indonesia’s National Health Insurance: Evidence from Self-Enrolled Members. Selain menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional, kolaborasi ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan riset kebijakan kesehatan. Prof. Ede menjelaskan bahwa agenda utama kunjungan difokuskan pada penguatan kerja sama riset untuk publikasi internasional. “Agenda utamanya adalah kerja sama riset untuk publikasi. Namun, kunjungan ini kami optimalkan bukan hanya untuk mendiskusikan bagaimana manuskrip ditulis dan dipublikasikan, tetapi juga mengikuti symposium, memperluas jejaring akademik, dan membangun peluang kerja sama penelitian berikutnya,” ujar Prof. Ede.
Selama Global Health Symposium, Prof. Ede bersama peneliti dari FKM UI, Politeknik Statistika STIS, dan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta mempresentasikan hasil penelitian sekaligus berdiskusi dengan akademisi internasional mengenai isu-isu kesehatan global. Salah satu fokus utama kolaborasi adalah penelitian mengenai perilaku peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Menurut Prof. Ede, topik tersebut dipilih karena kepesertaan dan pembiayaan jaminan kesehatan merupakan isu yang terus menjadi perhatian berbagai negara dalam mewujudkan akses pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas. “Isu jaminan pelayanan kesehatan selalu menjadi topik yang hangat karena berkaitan dengan bagaimana memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Setiap negara memiliki desain sistem yang berbeda sehingga menarik untuk dipelajari dan dibandingkan,” jelas Prof. Ede.
Lebih lanjut, diskusi dengan akademisi Malaysia juga membuka perspektif baru mengenai peluang penelitian komparatif antara sistem pembiayaan kesehatan Indonesia dan Malaysia. Indonesia menerapkan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis social health insurance, sedangkan Malaysia masih mengandalkan sistem pembiayaan berbasis pajak. Perbedaan karakteristik tersebut dinilai menjadi peluang untuk saling mempelajari efektivitas sistem pelayanan kesehatan sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti. “Perbedaan sistem pembiayaan kesehatan antara Indonesia dan Malaysia justru menjadi kekuatan untuk saling belajar. Dari situ muncul banyak ide penelitian yang dapat dikembangkan bersama sehingga hasilnya tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kawasan,” ujar Prof. Ede.
Tidak hanya membawa pulang masukan untuk penyempurnaan manuskrip ilmiah, Prof. Ede juga memperoleh pembelajaran mengenai budaya riset dan publikasi di universitas mitra. Menurutnya, dukungan institusi terhadap publikasi ilmiah di Malaysia menjadi pengalaman berharga yang dapat menginspirasi penguatan ekosistem riset di FKM UI.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, mulai dari pengembangan joint research dan joint publication, penjajakan pendanaan penelitian bersama, hingga program visiting professor, penelitian intensif, serta pertukaran mahasiswa pascasarjana bidang Kesehatan Masyarakat dan Administrasi Rumah Sakit. “Publikasi tentu akan terus berlanjut dan jumlah paper akan bertambah. Kami juga sedang memikirkan kolaborasi riset dengan pendanaan bersama. Selain itu, mitra dari Malaysia direncanakan datang ke FKM UI sebagai visiting professor, dan ke depan terbuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program internasional di Malaysia,” jelas Prof. Ede.
Keikutsertaan FKM UI dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen fakultas untuk terus memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi riset yang berdampak. Mahasiswa juga tentu diharapkan agar tidak ragu memanfaatkan berbagai kesempatan mengikuti kegiatan internasional. Selain itu, kerja sama dengan APACPH, Universiti Malaya, dan Universiti Kebangsaan Malaysia diharapkan dapat memperluas jejaring akademik global, memperkuat kapasitas penelitian di bidang kesehatan masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang mendukung pengembangan sistem kesehatan, khususnya Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia. (EAR)

