FKM UI Raih Apresiasi sebagai Mitra Strategis Pemerintah RI–UNFPA dalam Penguatan Kesehatan Reproduksi

Jakarta, 21 April 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali mempertegas peran strategisnya di kancah nasional dan internasional. Dalam perhelatan yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, FKM UI menerima penghargaan khusus sebagai Mitra Strategis atas kontribusi signifikan dalam pelaksanaan Program Kerja Sama RI–UNFPA Siklus 10 (2021–2025).

Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan peluncuran Country Programme Implementation Plan (CPIP) Siklus 11 (2026–2030). Hadir langsung menerima apresiasi tersebut, Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., yang menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata komitmen akademisi dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis data dan bukti (evidence-based).

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.; UNFPA Representative in Indonesia, Hassan Mohtashami; serta Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D. Ketiganya sepakat bahwa sinergi antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pakar perguruan tinggi adalah kunci utama dalam mengejar target kesehatan nasional.

Kontribusi Nyata bagi Kesehatan Ibu dan Anak Dalam pernyataannya, Prof. Indri menyampaikan bahwa peran FKM UI melampaui sekadar kemitraan institusional. Salah satu pilar kekuatan dalam kolaborasi ini adalah keterlibatan aktif Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Budi Utomo, M.P.H., Ph.D., yang berperan sentral dalam menyusun peta jalan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

“FKM UI mengambil peran sebagai jembatan ilmu pengetahuan. Kami fokus pada penyusunan rencana strategis kesehatan reproduksi serta memperkuat edukasi bagi generasi muda melalui pendekatan youth hub di sekolah-sekolah,” ungkap Prof. Indri dengan optimisme.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Budi Utomo menjelaskan bahwa mandat FKM UI juga mencakup penguatan kapasitas organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah. Melalui berbagai studi mendalam, FKM UI berhasil menelurkan solusi strategis bagi isu kependudukan dan keluarga berencana.

“Kami tidak hanya menghasilkan laporan penelitian atau policy brief, tetapi juga aktif dalam capacity building. Mulai dari penguatan layanan kebidanan hingga pendampingan bagi staf UNFPA dalam penulisan manuskrip ilmiah. Semua dilakukan agar intervensi kesehatan di lapangan memiliki landasan saintifik yang kokoh,” papar Prof. Budi.

Menutup keterangannya, pimpinan FKM UI berharap agar kerja sama tripartit antara FKM UI, Bappenas, dan UNFPA pada siklus mendatang dapat semakin progresif. Inovasi kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia di masa depan. (SHF)