FKM UI Selenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor: Khadijah Azhar Tawarkan Model Prediksi Risiko Diare Berbasis Iklim dan WASH

Depok, 25 November 2025 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia kembali menyelenggaraan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat atas nama Khadijah Azhar. Dalam sidang yang digelar pada 25 November 2025 di Ruang Promosi Doktor FKM UI, Khadijah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Model Prediksi Risiko Diare Berbasis Iklim, WASH, dan Karakteristik Wilayah Berdasarkan Zona Musim Hujan di Indonesia (Analisis Data 2017–2021)”.

Disertasi ini mengangkat isu strategis kesehatan masyarakat, yakni penyakit diare sebagai salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama dalam konteks perubahan iklim. Melalui pendekatan ekologi dan analisis data lintas sektor, penelitian ini mengintegrasikan variabel iklim (curah hujan, suhu, dan kelembapan), faktor lingkungan air minum, sanitasi, dan higiene (WASH), serta karakteristik wilayah dan sosial ekonomi untuk membangun model prediksi risiko diare yang adaptif terhadap perbedaan zona musim hujan.

Penelitian dilakukan secara komparatif pada dua wilayah dengan karakteristik iklim berbeda, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat (zona monsunal) dan Provinsi Sumatera Barat (zona ekuatorial), menggunakan data sekunder periode 2017–2021 dari Kementerian Kesehatan, Badan Pusat Statistik, dan BMKG. Analisis dilakukan dengan regresi binomial negatif guna menghasilkan model prediksi yang lebih akurat terhadap data kejadian diare yang bersifat cacah dan mengalami overdispersi.

Hasil penelitian yang dilakukan Khadijah menunjukkan bahwa variabilitas iklim berkontribusi terhadap risiko diare dengan pola yang berbeda antarwilayah. Curah hujan terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian diare di kedua provinsi, meskipun dengan arah hubungan yang berbeda. Faktor WASH, khususnya akses air minum tidak aman dan sanitasi terbatas, secara konsisten menjadi determinan penting peningkatan risiko diare. Sementara itu, faktor sosial ekonomi seperti kemiskinan berperan signifikan di wilayah tertentu, memperkuat kerentanan masyarakat terhadap penyakit berbasis lingkungan.

Disertasi ini juga menghasilkan model prediksi risiko diare berbasis wilayah dan zona musim hujan yang dinilai memiliki performa baik dengan tingkat akurasi rendah hingga sedang, serta berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) penyakit diare yang adaptif terhadap perubahan iklim. Model tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan intervensi kesehatan masyarakat yang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan lintas sektor.

Sidang terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc. selaku Ketua Dewan Penguji, dengan Prof. Drs. Bambang Wispriyono, Apt., Ph.D. sebagai Promotor, serta Prof. Dr. drg. Ririn Arminsih, M.Kes. dan Dr. Dwi Hapsari Tjandrarini, S.K.M., M.Kes. sebagai Ko-Promotor. Tim penguji juga terdiri dari Prof. Dr. drs. Tris Eryando, M.A.; Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M; Dr. Miko Hananto, S.K.M., M.Kes.; serta Dr. Dede Tarmana, S.Si., M.Si.

 

Berdasarkan hasil disertasinya tersebut, Khadijah berhasil dinyatakan lulus dan menyandang gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Khadijah Adalah lulusan S3 IKM tahun 2025 yang ke-26, lulusan S3 IKM secara keseluruhan yang ke-365 dan lulusan S3 di FKM UI yang ke-480.

 

Melalui capaian ini, FKM UI kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi ilmiah bagi permasalahan kesehatan masyarakat nasional dan global. Disertasi Khadijah Azhar menjadi bukti nyata kontribusi FKM UI dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat yang responsif terhadap tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. (wrk)