GEMA PKIP 2025 Hadirkan Seminar Online FKM UI Seri ke-15, INSIGHT: Inspiring Stories in Health and Growth Through Research

Depok, 30 November 2025 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) untuk pertama kalinya menggelar kegiatan GEMA (Gebyar Edukasi Mahasiswa dan Alumni) PKIP 2025, sebuah ajang diseminasi ilmiah yang dirancang sebagai ruang edukasi dan kolaborasi antara mahasiswa serta alumni Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP). Kegiatan ini masuk ke dalam Seminar Online (SEMOL) FKM UI Seri 15 dengan mengangkat tema “Inspiring Stories in Health and Growth Through Research”. Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 secara hybrid di Ruang Promosi Doktor, Gedung G FKM UI dan online melalui Zoom Workplace, yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang serta diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia.

Seminar dibuka secara resmi oleh Dr. Dian Ayubi, S.K.M., M.QIH., Ketua Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) FKM UI. Dalam sambutannya, Dr. Dian menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya GEMA PKIP yang untuk pertama kalinya menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa dan alumni dalam mempresentasikan hasil penelitian yang relevan bagi pengembangan ilmu kesehatan masyarakat. Seminar ini terbagi ke dalam tiga sesi dengan menghadirkan para pemateri dari berbagai peminatan. Kegiatan ini dipandu oleh dua moderator, yaitu Dr. Tiara Amelia, S.K.M., M.Sc., yang memoderatori sesi pertama dan kedua, serta dr. Yoslien Saponena, M.K.M., yang memandu sesi ketiga. Seluruh paparan disampaikan sebagai bentuk kontribusi akademik untuk memperkuat pemahaman, kebijakan, dan praktik kesehatan masyarakat berbasis bukti.

Pada sesi pertama, drg. Ihyani Nurdiena Marliamara, M.K.M., memaparkan penelitian berjudul Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Sopir Angkutan Umum terhadap Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Terminal Kota Depok Tahun 2024. Ia menjelaskan bahwa tingkat kepatuhan masih rendah. “Mayoritas sopir angkutan umum di Terminal Kota Depok, yaitu 80 persen, belum patuh terhadap peraturan KTR,” ujar drg. Ihyani. “Faktor predisposisi seperti pendidikan, sikap, dan umur; faktor pemungkin seperti pendapatan, sanksi, serta informasi; semuanya memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan. Sementara harga rokok tidak terbukti berpengaruh,” tambahnya. Menurut Ihyani, kondisi ini menunjukkan kebutuhan pengawasan dan penegakan kebijakan yang lebih konsisten.

Lebih lanjut, Fadilah Martiza Rafa, S.K.M., menyampaikan penelitian mengenai persepsi keluarga terhadap Program Kampung KTR di RW 13 Kelurahan Cisalak. “Program Kampung KTR memiliki keuntungan relatif, terutama bagi keluarga perokok yang merasakan perubahan perilaku merokok di lingkungan mereka,” ujar Fadilah. “Namun, anak-anak dari keluarga nonperokok masih menunjukkan keraguan terhadap manfaatnya,” tambahnya.

Memasuki sesi kedua, Indira Tomiko memaparkan penelitian Determinasi Perilaku Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tugu Kota Depok Tahun 2025. “Pengetahuan responden sangat baik dan mayoritas memberikan IMD, tetapi hubungan signifikan hanya ditemukan pada persepsi kontrol perilaku,” ujar Indira. “Sementara usia ibu, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dan norma subjektif tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku ASI eksklusif,” jelas Indira.

Sesi kedua ditutup dengan pemaparan Muh. Agung Saharuddin, S.K.M., M.K.M., mengenai hambatan promosi vaksinasi polio di Indonesia. Ia menyoroti tingginya pengaruh narasi keagamaan dan hoaks. “Penolakan vaksin dipengaruhi isu kehalalan, rendahnya literasi kesehatan, dan maraknya teori konspirasi,” tegas Agung. “Tokoh agama dan organisasi seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah menjadi aktor kunci dalam memperkuat kepercayaan masyarakat.”

Pada sesi ketiga, Asyifa Nurlida, S.K.M., memaparkan penelitian mengenai penggunaan APD pada petugas laundry rumah sakit di Kota Pontianak. Hasil penelitian asyifa menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas laundry rumah sakit. “Pengetahuan petugas laundry rata-rata rendah, tetapi sikap dan perilakunya tinggi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan maupun sikap dengan perilaku penggunaan APD,” jelas Asyifa.

Berikutnya, Ns. Suci Maudy Aulia, S.Tr.Kep., M.K.M., memaparkan tentang perilaku food waste pada pengelola, karyawan, dan konsumen Warung Tegal. Penelitian mengenai food waste di Warung Tegal menemukan bahwa makanan banyak terbuang pada tahap persiapan karena bahan yang tidak lagi segar. Terdapat norma subjektif yang mendorong konsumen menghabiskan makanan, namun faktor lingkungan dan kurangnya sistem pengelolaan sampah masih menjadi hambatan. “Hasil penelitian ini menekankan bahwa diperlukan kebijakan pengelolaan food waste yang lebih komprehensif di tingkat UMKM,” ujar Ns. Suci.

Paparan lain disampaikan oleh Antonia Viena Hemo, S.K.M., mengenai dinamika koping keluarga pasien pasung di Manggarai. “Caregiver maupun noncaregiver memahami bahwa gangguan jiwa berasal dari faktor medis dan nonmedis,” ujar Antonia. “Pemasungan dilakukan sebagai bentuk pencegahan bahaya, tetapi beban yang dirasakan keluarga sangat besar dan bersifat objektif maupun subjektif,” jelasnya. Sebagai penutup sesi, Lia Rahmawati Susila, S.K.M., M.K.M., mempresentasikan penelitian mengenai literasi gizi dan keterampilan pencegahan anemia pada siswi SMA di Depok. “Motivasi memiliki pengaruh paling besar terhadap keterampilan pencegahan anemia,” ujarnya. “Seluruh variabel independen menjelaskan 34,5 persen variasi keterampilan perilaku remaja putri,” jelas Lia.

Melalui SEMOL Seri ke -15 ini, diharapkan dapat menjadi ruang penting untuk berbagi temuan riset, memperkuat jejaring akademik, serta mendorong pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih efektif. FKM UI berkomitmen untuk terus mendukung riset-riset strategis yang mampu menjawab tantangan kesehatan dalam masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di Indonesia. (EAR)