Kampus Sehat Tanpa Rokok, FKM UI Gelar Campaign Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026

Depok, 31 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melalui K3L FKM UI bekerja sama dengan Direktorat Kesejahteraan Kampus (DKK) UI dan BEM IM FKM UI menyelenggarakan kegiatan kampanye bertema “Kampus Sehat Tanpa Rokok: Lindungi Diri dari Bahaya Rokok dan Vape.” Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di tiga titik strategis kawasan Universitas Indonesia, yaitu di depan Rektorat UI, Area Perpustakaan UI, Stasiun UI, dan Stasiun Pondok Cina.

Kampanye ini menjadi upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kampus terhadap bahaya rokok konvensional maupun rokok elektronik atau vape. Momentum HTTS yang diperingati setiap 31 Mei dimanfaatkan untuk mengingatkan bahwa paparan asap rokok tidak hanya berdampak pada perokok aktif, tetapi juga membahayakan perokok pasif. Risiko kesehatan yang ditimbulkan mencakup gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, hingga peningkatan risiko kanker.

Kegiatan berlangsung seru dan interaktif karena menyasar masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Tidak hanya mahasiswa dan pengunjung kampus, kampanye ini juga menjangkau remaja, komunitas pesepeda, hingga ibu hamil yang menjadi penerima pesan kampanye secara langsung. Keberagaman sasaran tersebut membuat edukasi yang disampaikan mendapat respons dan tanggapan yang beragam selama kegiatan berlangsung.

Sebagai institusi pendidikan, Universitas Indonesia telah menetapkan kebijakan sebagai kawasan tanpa rokok. Namun, penguatan implementasi kebijakan tersebut tetap membutuhkan edukasi yang berkelanjutan dan pendekatan langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai agen edukasi yang menyampaikan informasi mengenai bahaya rokok dan vape, pengenalan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, serta pentingnya mematuhi kebijakan kawasan tanpa rokok di lingkungan UI. Tim kampanye juga turut memberikan informasi bahwa Universitas Indonesia merupakan kawasan tanpa rokok, sehingga seluruh sivitas akademika dan masyarakat di lingkungan kampus diharapkan dapat bersama-sama menjaga implementasinya.

Kegiatan diawali dengan briefing dan persiapan di FKM UI, dilanjutkan mobilisasi menuju titik lokasi kampanye. Di setiap titik, tim melakukan edukasi langsung kepada masyarakat secara komunikatif dan interaktif. Penyampaian pesan kampanye juga didukung dengan pembagian leaflet berisi informasi singkat mengenai bahaya rokok dan vape, serta merchandise berupa gantungan kunci sebagai pengingat akan pentingnya hidup sehat tanpa rokok.

Rezi Riadhi Syahdi, M.Farm., D.Sc., Direktur Kesejahteraan Kampus UI, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai kampanye satu hari, tetapi dapat membentuk kebiasaan yang berkelanjutan. “Harapannya, inisiasi ini bukan hanya di sini saja, tapi juga membentuk habit dan tahun depan dapat dilakukan dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Dari pihak mahasiswa, Shakira, PIC dari Departemen Sosial Masyarakat BEM IM FKM UI, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan ini. “Senang karena diberikan kesempatan untuk kampanye langsung ke masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam edukasi kesehatan masyarakat. Sementara itu, Nayla, PIC dari Departemen Sosial Masyarakat BEM IM FKM UI, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap bahaya rokok.

Adapun pesan utama yang disampaikan dalam campaign ini adalah bahwa rokok dan vape sama-sama berbahaya bagi kesehatan, tidak ada batas aman dalam paparan asap rokok, lingkungan kampus merupakan kawasan tanpa rokok, serta generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Melalui kampanye HTTS 2026, FKM UI berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok dan vape semakin meningkat. Lebih dari sekadar peringatan tahunan, kegiatan ini menjadi ajakan bersama untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih, bebas asap rokok, dan mendukung kesehatan seluruh sivitas akademika maupun masyarakat sekitar. (SHF)