Kembangkan Model Prediksi Penurunan Fungsi Pendengaran pada Pekerja Industri Migas, Dewi Nata Rina Raih Gelar Doktor FKM UI

Depok, 8 Juli 2026 – Gangguan pendengaran akibat kebisingan kerja masih menjadi salah satu penyakit akibat kerja yang paling banyak ditemukan pada sektor industri, khususnya industri minyak dan gas. Berangkat dari permasalahan tersebut, Dewi Nata Rina berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) yang diselenggarakan di Ruang Promosi Doktor FKM UI pada Selasa, 8 Juli 2026.

Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Matematis untuk Memprediksi Penurunan Fungsi Pendengaran Berdasarkan AB-Gaps Berbasis Parameter Audiometri dan Faktor Risiko di Industri Migas”, Dewi mengembangkan model prediksi untuk mengidentifikasi risiko Sensorineural Hearing Loss (SNHL) secara lebih akurat melalui integrasi parameter audiometri, khususnya Air-Bone Gaps (AB-Gaps), dengan berbagai faktor risiko individu dan lingkungan kerja.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka gangguan pendengaran akibat pajanan kebisingan di lingkungan kerja. Selama ini, sebagian besar perusahaan masih mengandalkan pemeriksaan audiometri konvensional yang berfokus pada parameter Air Conduction dan Standard Threshold Shift sehingga berpotensi menyebabkan salah klasifikasi antara gangguan pendengaran akibat kerja dan gangguan pendengaran yang disebabkan faktor lain. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya program konservasi pendengaran serta ketepatan penetapan penyakit akibat kerja.

Menggunakan desain penelitian potong lintang terhadap 497 pekerja yang terpajan kebisingan di industri migas, penelitian ini menemukan prevalensi Sensorineural Hearing Loss (SNHL) sebesar 19,9%. Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerja berusia 41 tahun atau lebih memiliki risiko mengalami SNHL sekitar 9 kali lebih tinggi, sedangkan hipertensi stadium 1 juga terbukti meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran. Sementara itu, masa kerja 5–15 tahun menunjukkan pengaruh protektif dibandingkan masa kerja lebih dari 15 tahun.

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, Dewi berhasil mengembangkan model matematis berbasis regresi logistik yang mampu memprediksi risiko penurunan fungsi pendengaran hingga 81,5%. Model tersebut kemudian diterjemahkan menjadi sistem skoring yang mudah diterapkan untuk mengelompokkan pekerja ke dalam kategori risiko rendah, sedang, dan tinggi sehingga dapat digunakan sebagai instrumen skrining dini dalam program konservasi pendengaran di industri.

Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi parameter Air-Bone Gaps (AB-Gaps), Standard Threshold Shift (STS), pola audiometric notch, serta faktor risiko individu dan lingkungan kerja ke dalam satu model prediksi yang lebih komprehensif. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi yang lebih akurat terhadap gangguan pendengaran akibat kerja sekaligus membedakannya dari gangguan pendengaran non-okupasional, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dalam upaya pencegahan penyakit akibat kerja.

Temuan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas Hearing Conservation Program di industri minyak dan gas, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sistem surveilans kesehatan kerja berbasis risiko yang dapat diadaptasi oleh sektor industri lain dengan karakteristik pajanan serupa. Implementasi model ini juga berpotensi mendukung pencapaian target nasional penurunan prevalensi gangguan pendengaran melalui deteksi dini dan intervensi yang lebih tepat sasaran.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. drs. Sutanto Priyo Hastono, M.Kes. selaku Ketua Tim Penguji. Bertindak sebagai Promotor adalah Prof. Dr. Robiana Modjo, S.K.M., M.Kes., didampingi Prof. Dr. Ir. Sjahrul Meizar Nasri, M.Sc., In Hyg. dan Prof. Dr. dr. Jenny Bashiruddin, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. N.O. (K) sebagai Ko-promotor. Tim penguji terdiri atas Prof. Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D.; Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K.; Prof. Dr. dr. Dewi Sumaryani Soemarko, M.S., Sp.Ok., Subsp. PsiKO (K); Dr. Iting Shofwati, S.T., M.K.K.K., HIU, serta Dr. Nana Sugiono, A.Md., S.T., Ph.D.

Melalui keberhasilan mempertahankan disertasinya, Dewi Nata Rina diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu kesehatan kerja, khususnya dalam penguatan strategi pencegahan gangguan pendengaran akibat kerja melalui pendekatan prediktif yang lebih akurat, aplikatif, dan berbasis bukti ilmiah. (wrk)