Depok, 22 Juni 2026 – Program Studi Doktor Epidemiologi Peminatan Epidemiologi Komunitas, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), menyelenggarakan sidang terbuka Promosi Doktor Epidemiologi dengan promovendus Witri Pratiwi. Dalam sidang yang berlangsung di Ruang Promosi Doktor FKM UI pada 22 Juni 2026 dan diselenggarakan secara hybrid tersebut, Witri berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pemetaan Insidensi dan Pengembangan Sistem Skoring untuk Memprediksi Risiko Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) di Kota dan Kabupaten Cirebon.”
Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K. dengan Prof. dr. Asri C. Adisasmita, M.P.H., M.Phil., Ph.D. sebagai Promotor. Adapun Ko-Promotor dalam penelitian ini adalah Prof. Dr. dr. Sudarto Ronoatmodjo, S.K.M., M.Sc. dan Prof. Dr. dr. Amiliana Mardiani Soesanto, Sp.JP(K). Tim penguji terdiri atas Dr. dr. Helda, M.Kes.; Dr. dr. Didi Danukusumo, SpOG-KFM, M.P.H.; Dr. dr. Setyorini Irianti, SpOG-KFM, serta dr. Hawani Sasmaya Prameswari, SpJP(K).
Dalam pemaparannya, Witri menjelaskan bahwa Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) merupakan kondisi gagal jantung yang terjadi pada akhir masa kehamilan hingga beberapa bulan setelah persalinan. Meskipun tergolong penyakit yang relatif jarang, PPCM dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian ibu. Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan PPCM adalah keterlambatan diagnosis karena gejalanya sering menyerupai perubahan fisiologis normal selama kehamilan maupun masa nifas. Di tengah upaya menurunkan angka kematian ibu di Indonesia, penyakit kardiovaskular kini menjadi salah satu penyebab penting kematian maternal, termasuk PPCM. Namun, data epidemiologi PPCM di Indonesia masih terbatas sehingga insidensi, distribusi kasus, dan faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian PPCM belum banyak diketahui.
Berangkat dari kondisi tersebut, Witri melakukan penelitian yang bertujuan untuk memetakan insidensi PPCM, mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berperan terhadap kejadian PPCM, serta mengembangkan sistem skoring risiko yang dapat digunakan sebagai alat deteksi dini bagi ibu hamil yang berisiko mengalami PPCM, khususnya di fasilitas kesehatan primer.
Penelitian ini menggunakan desain matched case-control yang dilaksanakan di empat rumah sakit dengan layanan kardiovaskular di Kota dan Kabupaten Cirebon, yaitu RSD Gunung Jati, RS Pelabuhan Cirebon, RSUD Waled, dan RS Jantung Hasna Medika, serta sejumlah puskesmas di wilayah tersebut. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis periode 2019–2024 yang mencakup 201 ibu dengan PPCM dan 804 ibu tanpa PPCM sebagai kelompok kontrol. Selain menghitung angka insidensi, penelitian ini juga melakukan pemetaan spasial berdasarkan kecamatan untuk menggambarkan distribusi kasus PPCM di wilayah studi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa insidensi PPCM di Kota Cirebon mencapai 78,44 kasus per 100.000 persalinan, dengan Kecamatan Harjamukti sebagai wilayah dengan insidensi tertinggi. Pemetaan spasial memperlihatkan konsentrasi kasus yang lebih tinggi di wilayah selatan Kota Cirebon. Sementara itu, di Kabupaten Cirebon, insidensi PPCM tercatat sebesar 59,24 kasus per 100.000 persalinan, dengan Kecamatan Gebang sebagai wilayah dengan insidensi tertinggi. Distribusi kasus di Kabupaten Cirebon juga menunjukkan konsentrasi yang lebih besar di wilayah timur dan selatan.
Melalui analisis Population Attributable Fraction (PAF), penelitian ini menemukan bahwa hipertensi dalam kehamilan, hipertensi kronis, dan usia ibu di atas 35 tahun merupakan faktor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kejadian PPCM. Ketiga faktor tersebut diperkirakan berkontribusi terhadap 53,5 persen kasus PPCM di populasi, sehingga menjadi sasaran utama dalam upaya pencegahan penyakit ini.
Salah satu inovasi utama yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah pengembangan sistem skoring risiko PPCM yang diberi nama MOTHER Score, akronim dari Maternal age >35 years, Obesity before pregnancy, Twin pregnancy, Hypertension in pregnancy, Elevated glucose during pregnancy, and Raised blood pressure history. Sistem skoring ini dirancang sebagai alat skrining sederhana untuk membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami PPCM sejak masa kehamilan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa MOTHER Score memiliki performa yang baik dengan nilai Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,798 (95%CI 0,762–0,834), yang menunjukkan kemampuan yang cukup kuat dalam membedakan kelompok ibu yang mengalami PPCM dan yang tidak.
Menurut Witri, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PPCM sebenarnya dapat dikenali lebih dini melalui identifikasi faktor-faktor risiko sejak awal kehamilan. Dengan penerapan MOTHER Score, tenaga kesehatan, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan primer, dapat melakukan skrining risiko secara lebih mudah sehingga ibu hamil dengan risiko tinggi dapat memperoleh pemantauan dan penanganan yang lebih optimal. Selain itu, upaya pencegahan dan pengendalian faktor-faktor risiko PPCM perlu diintegrasikan ke dalam pelayanan kesehatan maternal yang telah berjalan, khususnya layanan antenatal, guna menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu akibat penyakit kardiovaskular.
Keberhasilan Witri Pratiwi meraih gelar Doktor menambah kontribusi FKM UI dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu epidemiologi, tetapi juga memberikan solusi praktis bagi pelayanan kesehatan masyarakat. Temuan dan inovasi yang dihasilkan melalui MOTHER Score diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung deteksi dini PPCM di Indonesia, sehingga risiko komplikasi dan kematian ibu akibat penyakit tersebut dapat ditekan melalui intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran. (wrk)

