Depok, 24 Juni 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) kembali melahirkan lulusan doktor yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kesehatan masyarakat berbasis konteks lokal. Lia Nurdini resmi meraih gelar Doktor dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 melalui disertasi yang mengangkat pendekatan komunikasi kesehatan berbasis budaya Melayu Jambi. Disertasi berjudul “Pengaruh Strategi KIE ‘Kampung Kito’ melalui IMP Bangga Kencana terhadap Penurunan Unmet Need Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Provinsi Jambi Tahun 2025” ini berangkat dari masih tingginya angka unmet need kontrasepsi yang menjadi tantangan dalam peningkatan akses kesehatan reproduksi serta keberhasilan program keluarga berencana di Indonesia.
Dalam penelitiannya, Lia menyoroti bahwa berbagai intervensi telah dilakukan untuk menekan unmet need, namun pendekatan komunikasi yang digunakan belum sepenuhnya mampu menjangkau karakteristik sosial budaya masyarakat. Faktor pengetahuan, persepsi, hingga nilai budaya lokal terbukti memengaruhi keputusan pasangan usia subur dalam menggunakan kontrasepsi. Kondisi ini memerlukan strategi komunikasi yang lebih kontekstual, adaptif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Strategi KIE “Kampung Kito” dikembangkan sebagai pendekatan komunikasi berbasis budaya lokal dengan melibatkan IMP Bangga Kencana sebagai aktor utama. Intervensi dilakukan melalui empat kali kunjungan rumah yang mengedepankan komunikasi interpersonal, penggunaan bahasa lokal, serta pendekatan yang selaras dengan kebiasaan masyarakat. Selain itu, strategi ini menghasilkan berbagai produk pendukung, seperti modul pelatihan, kurikulum, video komunikasi interpersonal, serta alat bantu pemilihan kontrasepsi.
Selain memberikan bukti empiris, penelitian ini menghadirkan kebaruan dalam pengembangan komunikasi kesehatan berbasis konteks daerah. Strategi KIE “Kampung Kito” tidak hanya menyampaikan informasi kesehatan reproduksi, tetapi juga mengintegrasikan nilai budaya Melayu Jambi melalui peran IMP Bangga Kencana sebagai agen perubahan di masyarakat.
Dalam implikasinya, Lia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Lembaga Adat Melayu dan Majelis Ulama Indonesia, agar strategi edukasi dapat berjalan lebih kontekstual dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program Bangga Kencana, khususnya dalam menurunkan unmet need kontrasepsi dan meningkatkan kualitas konseling.
Melalui disertasi ini, Lia Nurdini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan intervensi kesehatan reproduksi berbasis budaya lokal. Strategi KIE “Kampung Kito” menunjukkan bahwa keberhasilan program keluarga berencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan, tetapi juga pada kemampuan komunikasi yang mampu menjangkau nilai, kepercayaan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ujian promosi doktor ini dilaksanakan di hadapan tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. dr. Sabarinah sebagai promotor, didampingi Prof. Dr. dra. Evi Martha, M.Kes. dan Dr. Pahmi Sy, S.Ag., M.Si. sebagai ko-promotor. Sidang dipimpin oleh Dr. Besral, S.K.M., M.Sc. selaku Ketua Sidang.
Dengan capaian akademik tersebut, Lia Nurdini diharapkan dapat terus berkontribusi dalam penguatan kebijakan kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi yang lebih responsif terhadap konteks lokal. (SHF)

