Depok, 1 Mei 2026 — Isu kesehatan mental menjadi tantangan nyata bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan kunjungan kerja sama ke lembaga konseling kesehatan mental – Rumah Cahaya – yang didirikan oleh Habib Husein Ja’far Al Hadar, S.Fil.I., M.Ag. atau akrab disapa Habib Ja’far. Kunjungan ke lembaga konseling yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan ini dilakukan pada Jumat, 1 Mei 2026 dengan tujuan untuk menjajaki poin-poin kerja sama dalam penanganan masalah dan memperkuat sistem pendukung kesehatan mental di lingkungan FKM UI.
“Kami hadir karena melihat adanya persamaan visi antara akademisi dan praktisi lapangan dalam menangani krisis kesehatan mental yang saat ini melanda generasi muda. Badan Konseling Mahasiswa FKM UI yang hadir sebagai pemberi pelayanan kesehatan mental pada mahasiswa dirasa penting untuk dapat memperkuat sistem dukungannya melalui bentuk kolaborasi antar lembaga termasuk pihak eksternal,” tutur Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K. dalam mengawali diskusi.
Dalam sambutan hangat dan diskusinya, Habib Ja’far mengungkapkan latar belakang di balik pendirian Rumah Cahaya. “Pendirian tempat ini tidak terlepas dari keresahan akan era post-truth, di mana seorang profesional yang berbicara sesuai data dan fakta, bisa kalah suaranya dengan netizen yang sekadar bicara opini. Jadi, Rumah Cahaya hadir untuk dapat mengembalikan marwah kepakaran tersebut di tengah masyarakat,” ujar Habib Ja’far.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Rumah Cahaya dalam mengembalikan marwah kepakaran tersebut ialah dengan cara menyediakan layanan konseling gratis, baik secara daring maupun luring yang dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan, serta pemberian edukasi kesehatan mental yang berbasis saintifik populer kepada masyarakat luas. Hal tersebut diupayakan karena kepercayaan akan upaya promotif dan preventif yang menyasar keluarga maupun orang terdekat mampu mengefektifkan penanganan kesehatan mental bagi individu.
Selaras dengan hal tersebut, Prof. Dr. drg. Ririn Arminsih Wulandari, M.Kes., salah satu Guru Besar FKM UI, menyoroti bahwa banyak mahasiswa mengalami tekanan mental yang bersumber dari lingkungan rumah, di mana orang tua sering kali tidak menyadari kondisi anaknya. Hal ini diperparah oleh kesenjangan antargenerasi yang membuat permasalahan sederhana menjadi kompleks untuk ditangani.
Berdasarkan hasil diskusi, kunjungan tersebut menghasilkan beberapa poin kolaborasi yang akan segera ditindaklanjuti antara FKM UI dengan Rumah Cahaya, diantaranya integrasi layanan konseling dengan bentuk rujukan dari Badan Konseling Mahasiswa (BKM) FKM UI ke Rumah Cahaya untuk penanganan lebih lanjut dan pemberian edukasi berbasis kuliah umum yang menargetkan mahasiswa, dosen, hingga orang tua dalam memahami pentingnya kesehatan mental.
Selain itu, pembentukan support group dalam mengembangkan pola pendampingan sebaya yang terpantau dan penyusunan Standar Kesehatan Mental Fakultas ditegaskan akan dilakukan oleh FKM UI sebagai bentuk optimalisasi program yang dijalankan nantinya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc, Guru Besar Departemen Kesehatan Lingkungan, Prof. Dr. drg. Ririn Arminsih Wulandari, M.Kes., Guru Besar Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Prof. Dr. dra. Dumilah Ayuningtyas, M.A.R.S., serta perwakilan Ikatan Alumni FKM UI.
Sesuai dengan komitmen Badan Konseling Mahasiswa (BKM) FKM UI dalam menyediakan layanan konseling profesional, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem kampus yang suportif. Melalui sinergi yang holistik, kita dapat mewujudkan ruang aman yang tidak hanya mendukung kesehatan mental, tetapi juga mendorong kesejahteraan dan produktivitas mahasiswa FKM UI secara berkelanjutan. (ITM)

