Depok, 24 September 2026 — Kepakaran sivitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) di bidang kesehatan lingkungan kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Dr. Fitri Kurniasari, Ph.D., dosen Departemen Kesehatan Lingkungan sekaligus Ketua Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan FKM UI, dipercaya sebagai Parallel Session Chairperson dalam International Conference of Sustainable and Environmental Technology 2026 (ISET 2026) dan Regional Conference on Environmental Engineering 2026 (RCEnvE 2026) yang diselenggarakan oleh Advanced Membrane Technology Research Centre (AMTEC), Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Konferensi yang mengangkat tema “Innovating Sustainable Technologies for a Greener and Resilient Future” tersebut berlangsung pada 22–24 September 2026 di Pulai Springs Resort, Johor Bahru, Malaysia. Penunjukan Dr. Fitri sebagai Parallel Session Chairperson diberikan berdasarkan pengalaman dan kontribusinya pada bidang yang relevan dengan fokus konferensi.
Kepercayaan tersebut menempatkan Dr. Fitri tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari tim akademik yang berperan dalam memastikan kualitas dan kelancaran sesi ilmiah sebagai chairperson.
Di forum yang sama, Dr. Fitri juga berkontribusi sebagai presenter dengan memaparkan penelitian berjudul “Drinking Water Quality and Environmental Health Risk Assessment in Greater Jakarta, Indonesia.” Penelitian ini mengangkat persoalan kualitas air minum dan risiko kesehatan lingkungan pada masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, salah satu kawasan urban penting yang melintasi wilayah Jawa Barat hingga Jakarta.
Penelitian tersebut mengintegrasikan penilaian kualitas air, screening-level health-risk assessment, serta survei rumah tangga. Pengambilan sampel dilakukan pada empat wilayah, yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Jakarta, dengan mengkaji air sumur di sepanjang DAS serta air perpipaan di wilayah hulu.
Salah satu temuan yang dipaparkan menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kadar mangan (Mn) dan nitrat (NO₃⁻) pada wilayah hilir dibandingkan wilayah hulu. Materi presentasi juga menunjukkan sekitar 86% titik sampel melampaui nilai pedoman WHO untuk mangan, sementara sekitar 66% melampaui nilai pedoman untuk nitrat. Di sisi lain, kadar besi (Fe) dan seng (Zn) relatif stabil dan rendah pada berbagai lokasi penelitian.
Kajian tersebut kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko kesehatan lingkungan menggunakan kerangka US EPA. Analisis mempertimbangkan pajanan melalui konsumsi dan kontak dermal serta mengevaluasi potensi risiko non-karsinogenik menggunakan chronic daily intake dan hazard quotient (HQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur pajanan melalui konsumsi menjadi jalur yang menjadi perhatian utama dalam kajian risiko tersebut.
Tidak berhenti pada aspek kualitas air, penelitian juga melihat bagaimana masyarakat memahami risiko dan memiliki kapasitas untuk melakukan pencegahan. Kajian terhadap rumah tangga pengguna air sumur dan air perpipaan menunjukkan tingkat kesadaran terhadap risiko kesehatan dan jalur kontaminasi yang relatif serupa, namun terdapat perbedaan dalam persepsi mengenai kapasitas pencegahan.
Temuan tersebut mengarah pada satu persoalan penting dalam pengelolaan kesehatan lingkungan: kesadaran terhadap keamanan air belum selalu berbanding lurus dengan kemampuan masyarakat dalam melakukan mitigasi risiko. Kesenjangan tersebut menjadi semakin relevan bagi rumah tangga yang bergantung pada air sumur sebagai sumber air sehari-hari.
Kehadiran Dr. Fitri dalam ISET 2026 dan RCEnvE 2026 menunjukkan kontribusi akademisi FKM UI dalam forum yang mempertemukan kajian teknologi berkelanjutan, rekayasa lingkungan, dan isu kesehatan lingkungan. Peran sebagai Parallel Session Chairperson sekaligus presenter juga memperkuat posisi akademisi FKM UI dalam ruang pertukaran pengetahuan dan jejaring keilmuan di tingkat regional.
Riset yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut didukung melalui Program Hibah Riset Universitas Indonesia 2024 PUTI (International Indexed Publications) Scheme for Q1, yang menunjukkan dukungan terhadap pengembangan riset FKM UI menuju publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Melalui kiprah akademisi seperti Dr. Fitri Kurniasari, FKM UI terus memperluas kontribusinya dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis bukti. Kajian mengenai kualitas air, risiko kesehatan lingkungan, dan kapasitas masyarakat tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana riset yang berangkat dari persoalan lokal dapat dibawa ke ruang akademik internasional untuk menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang lingkungan yang berkelanjutan dan masyarakat yang lebih tangguh. (wrk)

