Menggali Masalah CKG Anak Sekolah, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FKM UI Hadirkan Intervensi melalui PBL “Cerita Tanah Baru”

Depok, 3 September 2026 — Pelaksanaan program kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan, tetapi juga pada pemahaman dan keterlibatan masyarakat. Hal tersebut menjadi pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melalui kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di wilayah kerja Puskesmas Tanah Baru selama periode Juni hingga Agustus 2026.

Melalui PBL “Cerita Tanah Baru”, mahasiswa terlibat langsung dalam mengidentifikasi permasalahan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah. Proses tersebut dilakukan melalui wawancara dengan pembimbing lapangan selaku penanggung jawab program dan Kepala Puskesmas Tanah Baru, serta survei kepada orang tua murid.

Hasil pengumpulan data menunjukkan dua permasalahan utama, yaitu belum optimalnya pendaftaran dan pengisian skrining mandiri oleh orang tua serta tindak lanjut hasil pemeriksaan CKG yang masih perlu diperkuat. Sebagian orang tua belum menyelesaikan proses pendaftaran dan skrining mandiri sebelum pemeriksaan di sekolah. Kondisi tersebut membuat petugas puskesmas perlu membantu proses administrasi pada hari pelaksanaan sehingga waktu pemeriksaan menjadi lebih panjang.

Sementara itu, pada tahap pasca pemeriksaan, masih ditemukan hasil CKG yang belum ditindaklanjuti. Padahal, tindak lanjut merupakan bagian penting untuk memastikan masalah kesehatan yang terdeteksi dapat memperoleh penanganan lebih lanjut.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa dalam merancang intervensi berbasis kebutuhan lapangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah sosialisasi secara daring kepada perwakilan orang tua murid dan Penanggung Jawab UKS dari sejumlah sekolah di wilayah Tanah Baru. Sosialisasi dilengkapi dengan video tutorial, poster, dan leaflet yang memuat informasi mengenai alur pendaftaran, skrining mandiri, hingga tindak lanjut hasil CKG.

Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga melakukan survei tambahan terkait pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Data tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan saran dan rekomendasi kepada pihak puskesmas. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam proses PBL karena intervensi dirancang berdasarkan evidence dan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Dewa, Ketua Kelompok PBL “Cerita Tanah Baru” menyampaikan bahwa keterlibatan langsung dalam program tersebut memberikan perspektif baru mengenai keberhasilan CKG Anak Sekolah.

“Setelah terlibat langsung, kami memahami bahwa pelaksanaan CKG tidak hanya sebatas pemeriksaan dan deteksi dini. Pemahaman orang tua mengenai pendaftaran, skrining mandiri, hasil pemeriksaan, hingga tindak lanjut juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program,” ujar Dewa.

Dalam prosesnya, mahasiswa juga menghadapi tantangan, salah satunya partisipasi orang tua dalam pengisian survei. Keterbatasan waktu PBL yang berdekatan dengan jadwal CKG di sekolah turut menjadi tantangan, khususnya karena edukasi idealnya diberikan sebelum pemeriksaan berlangsung.

Melalui intervensi yang telah dikembangkan, kelompok berharap media edukasi dapat dimanfaatkan kembali oleh puskesmas dan sekolah pada pelaksanaan CKG berikutnya. Penyampaian informasi yang lebih seragam diharapkan dapat membantu orang tua memahami alur CKG serta memperkuat tindak lanjut hasil pemeriksaan.

PBL “Cerita Tanah Baru” menjadi ruang bagi mahasiswa FKM UI untuk menerapkan pembelajaran kesehatan masyarakat secara langsung, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, perancangan intervensi, hingga komunikasi dengan para pemangku kepentingan.

Pengalaman di Puskesmas Tanah Baru menunjukkan bahwa keberhasilan program kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar layanan yang tersedia. Bukti yang kuat, komunikasi yang tepat, keterlibatan masyarakat, serta kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan program kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.