Depok, 19 Juni 2026 – Di tengah dinamika kebutuhan layanan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang semakin berkembang, Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia (PKTK3 UI) terus berupaya memperkuat peran dan kapasitas kelembagaannya. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pembentukan Unit Kerja Khusus Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat (UKKPPM) PKTK3 UI sebagai wadah yang lebih adaptif dalam mengembangkan layanan, memperluas kemitraan, dan meningkatkan daya saing organisasi. Usulan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan yang mempertemukan tim PKTK3 UI, Departemen K3 FKM UI, dan Direktorat Pengembangan dan Pengelolaan Unit Usaha (DPPU) Universitas Indonesia pada Rabu, 17 Juni 2026, di Ruang PA 212 RIK UI.
Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan usulan pembentukan UKKPPM PKTK3 UI sekaligus memperoleh arahan terkait pengelolaan unit usaha di lingkungan Universitas Indonesia. Diskusi berlangsung dengan fokus pada penguatan argumentasi pembentukan UKKPPM, kesiapan tata kelola organisasi, serta strategi pengembangan PKTK3 UI ke depan. Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FKM UI Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K.; Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Mila Tejamaya, S.Si., MOHS., Ph.D.; Kepala Penjaminan Mutu, Akademik, Audit, dan Etik Prof. Dr. Robiana Modjo, S.K.M., M.Kes.; Ketua Departemen K3 FKM UI drg. Baiduri Widanarko, M.K.K.K., Ph.D.; tim Departemen K3 FKM UI; tim PKTK3 UI; Ketua LPPKM FKM UI Prof. dr. Meiwita Paulina Budiharsana, MPA., Ph.D.; serta jajaran DPPU UI yang dipimpin oleh Ringoringo H. Achmadi, S.E., M.Sc.
Dalam sambutannya, Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan kapasitas kelembagaan PKTK3 UI. Menurutnya, tata kelola organisasi yang kuat menjadi fondasi penting dalam mengembangkan layanan profesional yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ringoringo H. Achmadi, S.E., M.Sc. dari DPPU UI memaparkan gambaran umum perkembangan unit usaha di lingkungan Universitas Indonesia. Saat ini, UI memiliki 54 Unit Kerja Khusus Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat (UKKPPM), 15 Unit Kerja Khusus Usaha Komersial (UKKUK), serta sejumlah Strategic Business Unit (SBU) yang berperan dalam mendukung peningkatan pendapatan non-BPUI universitas. Ia juga menjelaskan bahwa penguatan tata kelola dan kinerja unit usaha menjadi salah satu fokus pengembangan institusi dalam beberapa tahun ke depan.
Pada sesi pembahasan proposal, DPPU UI menyampaikan bahwa usulan pembentukan UKKPPM PKTK3 UI telah diterima dan ditelaah. Namun, terdapat sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat, khususnya terkait alasan strategis pemisahan (spin-off) PKTK3 UI menjadi unit yang lebih mandiri di tengah proses restrukturisasi unit usaha yang sedang berlangsung di tingkat universitas. DPPU menilai bahwa proposal perlu menunjukkan secara lebih jelas urgensi pembentukan unit baru serta manfaat yang akan diperoleh dari struktur organisasi yang lebih mandiri. Lebih lanjut, DPPU mengakui bahwa PKTK3 memiliki modal yang kuat untuk berkembang sebagai unit yang lebih mandiri. Berdiri sejak tahun 1996, PKTK3 telah membangun reputasi dan pengenalan merek yang baik di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. Perspektif pengguna layanan dan identitas PKTK3 dinilai lebih dikenal dibandingkan unit induknya sehingga memiliki potensi besar untuk berkembang secara lebih dinamis dalam merespons kebutuhan pasar dan memperluas jangkauan layanan.
Dalam sesi diskusi, DPPU menyarankan agar proposal yang diajukan dilengkapi dengan proyeksi bisnis yang lebih komprehensif, termasuk perbandingan potensi pendapatan antara kondisi saat ini dan apabila PKTK3 UI beroperasi secara lebih mandiri. Aspek tata kelola organisasi juga menjadi perhatian utama, terutama terkait kesiapan sistem keuangan, akuntansi, perpajakan, serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten. Kesiapan tersebut merupakan fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan dan akuntabilitas organisasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, model organisasi yang dipilih perlu mampu mendukung inovasi, dinamis, serta daya saing PKTK3 UI dalam menjawab kebutuhan industri, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui pertemuan ini, diharapkan dapat semakin memperkuat posisi PKTK3 UI sebagai pusat unggulan keselamatan dan kesehatan kerja yang profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta memberikan layanan profesional yang responsif terhadap kebutuhan berbagai sektor di Indonesia. (EAR)

