Perkuat Aspek Keberlanjutan dan Inklusivitas, FKM UI dan PT Pertagas Jajaki Kolaborasi Strategis Bidang OSH serta ESG

Depok, 17 Juli 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar pertemuan strategis bersama PT Pertamina Gas (Pertagas) pada Jumat (17/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menjajaki peluang kerja sama transformatif di bidang akademik, manajemen Occupational Safety and Health (OSH/K3), serta penguatan pilar keberlanjutan dan inklusivitas. Langkah nyata ini sekaligus mengimplementasikan komitmen FKM UI untuk senantiasa tampil sebagai lembaga yang luhur secara nilai kemanusiaan dan unggul serta berdampak bagi masyarakat serta dunia industri. 

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan dari kedua belah pihak. Delegasi FKM UI dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum, Mila Tejamaya, S.Si., MOHS, PhD, bersama Manajer Kerja Sama dan Ventura, Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M., Asisten Manajer Public Relations & Administrasi Umum, Dian Prananda, S.S., serta Ketua Pelaksana ‘Run for All‘, Dr. dr. Aqsha Azhary Nur, MPH. Sementara itu, pihak PT Pertagas dipimpin langsung oleh Vice President HSSE, Rotua Elyzabeth, yang didampingi oleh jajaran manajer strategis perusahaan. 

Dalam kesempatan tersebut, FKM UI memaparkan usulan peta jalan kerja sama komprehensif sebagai langkah awal yang nantinya memerlukan pembahasan teknis dan tindak lanjut lebih mendalam dari kedua belah pihak. Cakupan program potensial yang ditawarkan meliputi pengembangan SDM lewat Kelas Kerja Sama program Magister dan Doktor, pelatihan berkala, serta penyaluran magang mahasiswa. Guna mendukung operasional industri gas, diusulkan pula penyediaan kajian ilmiah seperti rapid assessment, program perlindungan pekerja melalui Health Risk Assessment (HRA), hingga analisis surveilans kesehatan kerja. 

Sebagai perusahaan yang menaruh perhatian besar terhadap implementasi sustainability, PT Pertagas menyambut baik usulan aksi hijau yang selaras dengan fondasi keberlanjutan UI, seperti Healthy University Rating System (HURS) dan UI GreenMetric. Kerja sama ini membicarakan penguatan infrastruktur berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diajukan FKM UI, di antaranya program Panel Surya (Solar Panel) berkapasitas 100–200 kilowatt-peak (kWp) untuk efisiensi energi bersih, serta implementasi Sistem Pengelolaan Air Daur Ulang (Grey Water) sebagai upaya konservasi air limbah domestik di area fakultas. 

Di samping aspek lingkungan, kemitraan ini menonjolkan nilai luhur FKM UI melalui komitmen sosial yang inklusif. Selaras dengan Pertagas yang menaruh perhatian pada kesempatan setara bagi penyandang disabilitas, FKM UI menguatkan visi tersebut sebagai fakultas pertama di Indonesia yang menerima penghargaan dari KemenPANRB sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik terbaik dalam menyediakan sarana prasarana ramah kelompok rentan. Nilai kemanusiaan ini direalisasikan lebih lanjut melalui penjajakan dukungan sponsorship untuk kegiatan Dies Natalis FKM UI bertajuk “Run for All” 2026, sebuah ajang lari massal inklusif yang melibatkan pelari disabilitas. 

Keberlanjutan hubungan antara UI dan PT Pertagas yang sebelumnya telah terikat kuat melalui MoU pasokan gas, kini melangkah ke tahap baru yang jauh lebih bermakna. Penjajakan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertagas akan segera dimatangkan bersama tim internal terkait. FKM UI menaruh komitmen besar untuk mengawal setiap rencana kolaborasi ini agar dapat menambah nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, kerja sama ini diharapkan melahirkan dampak nyata (impactful) yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional. Berangkat dari kehangatan pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk mengupayakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional. Langkah strategis ini tidak hanya memantapkan misi FKM UI sebagai institusi yang luhur dan unggul, tetapi juga menjadi sumbangsih nyata dalam mewujudkan ekosistem kerja berkelanjutan yang aman, sehat, dan inklusif bagi Indonesia. (dpw)