Depok, 16 April 2026 – Dalam upaya memperkuat sistem ketahanan pangan dan status gizi masyarakat Indonesia, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menyambut kunjungan resmi delegasi Foodbank of Indonesia (FOI) pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan strategis ini menjadi tonggak penting dalam mempererat kolaborasi antara institusi akademik dan organisasi sosial untuk menciptakan dampak nyata bagi kemanusiaan.
Delegasi FOI dipimpin langsung oleh CEO FOI, M. Hendro Utomo, didampingi oleh Ketua Yayasan Lumbung Pangan Indonesia, Wida Septarina, serta tim operasional Senior Officer Nadhisa Zalfa dan Junior Officer Amira Shabrina. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Manajer Kerja Sama dan Ventura FKM UI, Dr. Budi Hartono, S.Si., M.K.M., beserta jajaran staf di Kampus FKM UI, Depok.
Dalam pertemuan tersebut, FOI memaparkan visi “Mendorong Kemakmuran, Memerangi Kelaparan” yang selama ini diwujudkan melalui berbagai program unggulan seperti Mentari Bangsaku—program pangan sekolah untuk meningkatkan gizi anak-anak—dan program SADARI (Sayap Dari Ibu) yang berfokus pada pendampingan 1.000 hari pertama kehidupan.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kebutuhan FOI akan dukungan akademis dari FKM UI untuk memperkuat landasan ilmiah program-program di lapangan. Diskusi tersebut mengidentifikasi perlunya pengembangan instrumen evaluasi yang sistematis, seperti pelaksanaan pre-test dan post-test rutin dalam kegiatan intervensi gizi komunitas. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan setiap program FOI memiliki akurasi data dan efektivitas yang terukur secara ilmiah.
Pertemuan ini juga membuka pintu lebar bagi mahasiswa FKM UI untuk berkontribusi langsung melalui program magang di berbagai divisi FOI. Kolaborasi ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat aktif dalam distribusi pangan, edukasi gizi di sekolah-sekolah, hingga pemberdayaan masyarakat. Selain itu, kedua institusi sepakat untuk berkolaborasi dalam memproduksi konten edukasi digital guna mempromosikan pola pangan sehat berbasis bahan lokal kepada publik.
Menariknya, semangat kolaborasi ini diperkuat dengan hadirnya alumni FKM UI, Nadhisa Zalfa, yang kini berkarier di FOI. Kehadiran alumni di lembaga mitra dipandang sebagai aset berharga yang akan menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menjaga keberlanjutan kerja sama ini.
Saat ini, draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FKM UI dan FOI sedang dalam tahap finalisasi tinjauan. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, FOI mengundang pimpinan FKM UI untuk hadir dalam seremoni penandatanganan PKS yang direncanakan bertepatan dengan hari ulang tahun FOI pada 20 Mei 2026 mendatang.
Dr. Budi Hartono menekankan bahwa kerja sama ini merupakan perwujudan nyata dari semangat FKM UI yang unggul dan luhur. “Kami menyambut baik inisiatif ini. Kolaborasi dengan FOI bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan upaya bersama untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia melalui pendekatan yang berbasis bukti (evidence-based),” ujarnya.
Melalui kemitraan ini, FKM UI dan FOI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mengatasi isu kelaparan dan malnutrisi, sekaligus mencetak generasi praktisi kesehatan masyarakat yang peka dan terampil dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan. (dpw)

