Depok, 17 Juni 2026 — Dalam upaya memperkuat peran sebagai pusat pendidikan, riset, dan layanan kesehatan masyarakat yang unggul, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) terus mendorong penguatan kualitas laboratorium melalui penerapan standar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan asesmen awal oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) terhadap PHIR-Lab UI (Public Health Innovation and Research Laboratory) pada 17–18 Juni 2026 sebagai langkah strategis menuju akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017.
Melalui proses ini, PHIR-Lab UI tidak hanya dinilai dari kelengkapan dokumen, tetapi juga dari kesiapan sistem, tata kelola, kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta konsistensi layanan pengujian yang diberikan.
Kegiatan asesmen diawali dengan pemaparan profil kelembagaan FKM UI oleh Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Indri menyampaikan visi, misi, serta strategi FKM UI dalam memperkuat kontribusi fakultas di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi kesehatan masyarakat. Prof. Indri didampingi oleh Prof. Dr. Besral, S.K.M., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKM UI, serta Mila Tejamaya, S.Si., MOHS., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKM UI.
Tim asesor KAN yang hadir dalam kegiatan ini adalah Dea Winarti, M.K.M., M.Biomed.Sc., Ph.D. sebagai asesor bidang manajemen; Willy Cahya Nugraha, Ph.D. sebagai asesor teknis pangan; serta Emalya Rachmawati, S.Si. sebagai asesor teknis udara. Asesmen dilakukan untuk menilai kesesuaian implementasi SNI ISO/IEC 17025:2017 pada ruang lingkup yang diajukan serta melihat unjuk kerja laboratorium secara langsung.
Dalam pemaparannya, Kepala PHIR-Lab UI, Prof. Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D., menjelaskan bahwa PHIR-Lab dibentuk sebagai laboratorium terintegrasi yang mendukung kegiatan tridharma perguruan tinggi.
“PHIR-Lab pada dasarnya dibentuk untuk mendukung kegiatan tridharma perguruan tinggi, terutama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya, pemanfaatan laboratorium selama ini masih lebih dominan pada pendidikan, sementara kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengujian yang sesuai standar semakin besar. Oleh karena itu, asesmen ini menjadi langkah penting bagi PHIR-Lab untuk memperoleh akreditasi dan memperkuat jaminan mutu layanan pengujian,” ujar Prof. Doni.
PHIR-Lab UI memiliki visi menjadi laboratorium pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu bersaing secara nasional dan internasional di bidang kesehatan masyarakat. Visi tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan layanan pengujian yang tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Dalam asesmen awal ini, terdapat tiga ruang lingkup utama yang diperiksa. Pada aspek manajemen, asesmen dilakukan terhadap penerapan sistem manajemen mutu laboratorium sesuai standar. Pada bidang K3, asesmen mencakup pengujian faktor lingkungan kerja, seperti cahaya, kebisingan, dan iklim kerja. Sementara itu, pada bidang gizi, asesmen dilakukan terhadap pengujian kadar air dan abu pada tapioka, serta pengujian kadar air, abu, lemak, dan protein pada biskuit. Ruang lingkup tersebut mencerminkan peran PHIR-Lab UI dalam menyediakan layanan pengujian yang relevan dengan kebutuhan pendidikan, riset, industri, dan masyarakat.
Asesmen awal ini juga menjadi kelanjutan dari proses persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui proses asesmen, PHIR-Lab UI menerima berbagai masukan dan rekomendasi perbaikan, termasuk terkait perlengkapan dokumen yang perlu disajikan untuk memperkuat pemenuhan standar mutu laboratorium. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya PHIR-Lab UI untuk terus melakukan penyempurnaan sistem dan memberikan layanan pengujian terbaik.
Asesmen awal ini bukan sekadar proses penilaian, tapi menjadi momentum pembelajaran bagi PHIR-Lab UI untuk memperkuat budaya mutu. Melalui pelaksanaan asesmen awal oleh Komite Akreditasi Nasional, FKM UI berharap PHIR-Lab UI dapat terus berkembang sebagai laboratorium yang terstandar dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Hasil asesmen ini diharapkan menjadi dasar bagi PHIR-Lab UI untuk melakukan tindak lanjut perbaikan, sekaligus memperluas kontribusinya sebagai laboratorium kesehatan masyarakat yang mendukung pendidikan mahasiswa, pengembangan riset, serta layanan pengujian yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (SHF)

